JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) DKI Jakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta akan menggelar diskusi bertajuk “Optimalisasi Venue Jakarta: Sinergi Sempurna DKI Jakarta Sebagai Support System dan Penyangga Utama PON XXII/2028” di Gedung KONI DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026) mendatang.
Diskusi tersebut membahas kesiapan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jakarta diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai di kedua provinsi tersebut.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan pandangan pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan insan media dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PON 2028 melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah dimiliki Jakarta.
Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Drs. Andri Yansyah, M.H., Ketua KONI DKI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd., serta Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) DKI Jakarta H. Ghozi Zulazmi, S.IP. Diskusi dipandu oleh moderator H. Tubagus Adi, S.H.
Ketua Siwo DKI Jakarta, Rialini Nonnie Rering, mengatakan penyelenggaraan diskusi ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kesiapan Jakarta sebagai wilayah pendukung PON sekaligus mendorong optimalisasi berbagai venue olahraga yang telah tersedia.
Menurutnya, Jakarta memiliki keunggulan berupa infrastruktur olahraga bertaraf internasional yang dibangun dan direvitalisasi saat penyelenggaraan Asian Games 2018.
Fasilitas tersebut hingga kini masih aktif digunakan dan berada dalam kondisi yang baik sehingga layak dimanfaatkan kembali untuk ajang olahraga nasional.
“Jakarta memiliki infrastruktur peninggalan Asian Games 2018 yang masih aktif dan terawat. Karena itu tidak perlu membangun venue dari awal, melainkan cukup melakukan optimalisasi agar lebih efisien dari sisi anggaran dan berkelanjutan dalam pemanfaatannya,” ujar Rialini.
Ia menilai pemanfaatan venue yang sudah tersedia akan memberikan manfaat besar, baik dari sisi efisiensi biaya pembangunan maupun keberlanjutan pengelolaan fasilitas olahraga setelah penyelenggaraan PON selesai.
Selain itu, langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi beban anggaran pemerintah daerah penyelenggara utama sehingga sumber daya dapat difokuskan pada peningkatan kualitas pelaksanaan pertandingan dan pelayanan bagi atlet.
Rialini menegaskan Siwo DKI Jakarta memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dengan menghadirkan ruang diskusi yang konstruktif bagi para pemangku kepentingan.
Menurutnya, evaluasi dan kajian terhadap penyelenggaraan PON perlu dilakukan secara berkala agar penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada pembinaan atlet jangka panjang.
“Siwo DKI ingin ikut berkontribusi melalui seminar dan evaluasi penyelenggaraan PON, khususnya terkait peran Jakarta sebagai tuan rumah penyangga. Harapannya, penyelenggaraan PON ke depan semakin baik dan memberikan dampak positif bagi pembinaan olahraga nasional,” katanya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah cabang olahraga yang berpotensi dipertandingkan di Jakarta apabila venue di NTB dan NTT belum memenuhi standar nasional maupun internasional.
Keberadaan fasilitas olahraga modern di ibu kota dinilai menjadi solusi strategis tanpa harus membangun sarana baru yang membutuhkan biaya besar.
Para narasumber juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, serta media massa dalam menyukseskan penyelenggaraan PON XXII/2028.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar seluruh proses persiapan, mulai dari penentuan cabang olahraga, kesiapan venue, akomodasi atlet, hingga aspek teknis penyelenggaraan dapat berjalan optimal.
Sebagai kota yang telah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional, Jakarta dinilai memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, akses transportasi, serta fasilitas pendukung yang memadai untuk membantu kelancaran penyelenggaraan PON.
Diskusi yang digelar Siwo DKI Jakarta dan KONI DKI Jakarta diharapkan menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan dalam menentukan strategi terbaik terkait pemanfaatan venue olahraga di Jakarta sebagai daerah penyangga PON XXII/2028.
Melalui optimalisasi fasilitas yang telah ada, Jakarta diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai support system utama bagi NTB dan NTT sehingga penyelenggaraan PON 2028 dapat berlangsung lebih efisien, berkualitas, serta meninggalkan warisan positif bagi perkembangan olahraga nasional. (09/AGF).










