Arema FC Women Fokus Benahi Konsentrasi Jelang Semifinal HSL

Arema FC Women memastikan lolos ke semifinal Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 sebagai juara Grup B. (Foto: ist/SP)

KUDUS, SUDUTPANDANG.ID — Arema FC Women memastikan langkah ke babak semifinal kategori U18 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Putri Tangsel City pada laga terakhir Grup B yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat.

Hasil tersebut mengantarkan Arema FC Women finis sebagai juara Grup B dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan sekaligus mengamankan tiket ke fase empat besar. Meski berhasil memenuhi target lolos ke semifinal, tim pelatih mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

Pelatih Kepala Arema FC Women, Dindin Wahyudin, mengatakan hasil imbang melawan Putri Tangsel City menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan.

Menurutnya, kelengahan yang terjadi beberapa saat setelah tim berhasil mencetak gol membuat lawan mampu memanfaatkan situasi untuk menyamakan kedudukan.

“Dari tiga pertandingan fase grup, masih banyak yang harus kami evaluasi, termasuk pertandingan hari ini terkait konsentrasi tim. Kelengahan satu atau dua menit saja bisa mengubah jalannya pertandingan,” ujar Dindin seusai laga.

Ia mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mampu mengamankan satu poin sekaligus memastikan posisi sebagai juara Grup B.

Namun, Dindin menilai hasil tersebut seharusnya bisa lebih baik apabila para pemain mampu mempertahankan fokus hingga peluit panjang dibunyikan.

BACA JUGA  90 Tim Putri Ramaikan HYDROPLUS Soccer League 2025

Menurutnya, menjaga konsistensi permainan selama 70 menit menjadi salah satu aspek yang harus diperbaiki sebelum memasuki fase gugur.

“Kami bersyukur tetap lolos ke semifinal, tetapi gol balasan yang kami terima menunjukkan masih ada celah yang harus segera diperbaiki,” katanya.

Selain masalah konsentrasi, tim pelatih juga menaruh perhatian terhadap kondisi fisik para pemain.

Dindin menjelaskan jadwal pertandingan yang padat selama fase grup membuat proses pemulihan atau recovery menjadi sangat penting agar pemain berada dalam kondisi terbaik saat menjalani semifinal.

Karena itu, Arema FC Women akan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kebugaran pemain sekaligus menyempurnakan strategi permainan.

Evaluasi juga akan difokuskan pada organisasi pertahanan, penguasaan bola, serta penyelesaian akhir yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Menurut Dindin, aspek teknik dalam sepak bola putri memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan pendekatan latihan yang lebih spesifik.

Tim pelatih akan melakukan analisis terhadap seluruh pertandingan fase grup untuk mengetahui kelemahan yang masih muncul serta menyusun strategi terbaik menghadapi lawan di semifinal.

“Kami akan memperbaiki organisasi pertahanan, meningkatkan penguasaan bola, dan memaksimalkan penyelesaian akhir agar tim tampil lebih efektif,” ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, Arema FC Women sempat berada di atas angin setelah Oktavia Safara Putri mencetak gol pembuka pada menit ke-66.

BACA JUGA  Putri Tangsel City Gagal ke Semifinal HSL All-Stars U18

Gol tersebut membuat Arema tampil lebih percaya diri dan berupaya mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Namun, Putri Tangsel City mampu memberikan respons cepat.

Pada menit ke-72, Savaira Rizqin berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol penyama kedudukan yang membuat skor berubah menjadi 1-1.

Hasil tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, mengakui timnya harus belajar dari hasil imbang tersebut.

Menurut pemain kelahiran Sidoarjo, 31 Oktober 2009 itu, seluruh pemain perlu meningkatkan komunikasi dan soliditas agar mampu mempertahankan keunggulan ketika menghadapi tekanan lawan.

“Tentu kami harus tampil lebih solid saat semifinal. Semua pemain harus bermain maksimal sampai akhir pertandingan supaya tidak kembali kehilangan keunggulan,” ujar Keysha.

Ia optimistis Arema FC Women mampu tampil lebih baik pada babak semifinal apabila seluruh pemain menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin.

Keysha juga menilai pengalaman selama fase grup menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan yang dipastikan berlangsung lebih ketat.

Dengan status sebagai juara Grup B, Arema FC Women akan menghadapi Putri Garut, yang lolos sebagai runner-up Grup A.

Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7/2026).

Dindin memastikan tim pelatih segera mempelajari kekuatan calon lawan agar dapat menyusun strategi yang tepat.

BACA JUGA  Ginting, Satu-satunya Wakil Tunggal Putra Indonesia di Perempatfinal

Ia menilai seluruh tim yang lolos ke semifinal memiliki kualitas yang hampir seimbang sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kompetitif.

Karena itu, Arema FC Women tidak ingin menganggap remeh siapa pun lawan yang akan dihadapi.

“Kami harus datang ke semifinal dengan persiapan yang lebih matang karena semua tim yang lolos memiliki kualitas yang baik,” katanya.

Keberhasilan menjuarai Grup B menjadi pencapaian positif bagi Arema FC Women dalam turnamen HSL All-Stars 2025/2026.

Meski demikian, tim pelatih menegaskan target sesungguhnya belum tercapai karena perjalanan menuju gelar juara masih harus melewati tantangan di babak semifinal dan, apabila lolos, partai final.

Dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek konsentrasi, organisasi permainan, hingga pemulihan fisik, Arema FC Women optimistis mampu tampil lebih solid dan menjaga peluang untuk melangkah ke final sekaligus bersaing memperebutkan gelar juara Hydroplus Soccer League All-Stars U18 2025/2026. (09/AGF).