Solo Resmi Jadi Regional Baru HSL 2026/2027

Solo Resmi Jadi Regional Baru HSL 2026/2027
Hydroplus Soccer League (HSL) memperluas pembinaan sepak bola putri dengan membuka regional baru di Solo mulai musim 2026/2027. (Foto: ist/SP)

KUDUS, SUDUTPANDANG.ID – Hydroplus Soccer League (HSL) terus memperluas pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Mulai musim 2026/2027, kompetisi kelompok usia tersebut akan membuka regional baru di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, sehingga jumlah regional penyelenggaraan bertambah menjadi lima.

Langkah tersebut diumumkan Manajer Program Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, di sela-sela penyelenggaraan HSL All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Menurut Teddy, penambahan regional Solo merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas ekosistem pembinaan sepak bola putri sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan bagi pemain muda mengembangkan potensi mereka melalui kompetisi yang berjenjang.

“Awalnya kami memiliki empat regional, yakni Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Mulai musim 2026/2027 yang akan dimulai pada Oktober nanti, kami menambah satu regional lagi, yaitu Solo,” kata Teddy.

Dengan bergabungnya Solo, HSL nantinya memiliki lima pusat penyelenggaraan kompetisi yang tersebar di Pulau Jawa, yakni Kudus, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo.

Penambahan wilayah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan sekaligus mempermudah akses atlet muda untuk mengikuti kompetisi resmi.

Teddy menjelaskan pembukaan regional Solo tidak dilakukan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari kesinambungan program pembinaan yang telah dibangun melalui Milk Life Soccer Challenge.

Program tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi wadah pembinaan bagi pesepak bola putri usia sekolah dasar sebelum melanjutkan ke kompetisi kelompok usia yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Cetak Sejarah, Ketum NOC Indonesia Raih UCI Merit Award

Menurutnya, HSL dirancang sebagai jenjang lanjutan agar para pemain yang telah melewati usia sekolah dasar tetap memiliki ruang kompetisi yang berkelanjutan.

“Regional Solo menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pembinaan yang sudah kami bangun melalui Milk Life Soccer Challenge,” ujarnya.

Ia mengungkapkan sebagian besar pemain yang kini tampil pada kategori U15 Hydroplus Soccer League merupakan lulusan Milk Life Soccer Challenge.

Selama sekitar dua setengah tahun terakhir, program tersebut telah menjadi salah satu fondasi utama dalam melahirkan bibit-bibit pesepak bola putri dari berbagai daerah.

Karena itu, keberadaan HSL dinilai sangat penting agar proses pembinaan tidak berhenti ketika para pemain telah melewati batas usia 12 tahun.

Melalui kompetisi kelompok umur U15 dan U18, para pemain memperoleh kesempatan meningkatkan kualitas teknik, pengalaman bertanding, hingga kesiapan mental sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Selain memperluas regional di Pulau Jawa, penyelenggara juga terus mengembangkan pembinaan sepak bola putri di berbagai wilayah Indonesia melalui Milk Life Soccer Challenge.

Teddy mengatakan pengembangan di luar Pulau Jawa masih difokuskan melalui kompetisi usia dini tersebut sebagai tahap awal pembinaan.

BACA JUGA  Invitasi Tenis Nasional 2022, Bersama Cetak Juara

Dalam enam bulan terakhir, Milk Life Soccer Challenge telah diperluas ke Banjarmasin dan Samarinda, sehingga semakin banyak talenta muda yang memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi.

Tidak berhenti di situ, pada musim depan penyelenggara juga akan memperluas jangkauan ke kawasan timur Indonesia.

Teddy mengungkapkan pihaknya akan berkolaborasi dengan salah satu perusahaan swasta untuk menghadirkan Milk Life Soccer Challenge di Jayapura, Papua.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bukti semakin besarnya perhatian berbagai pihak terhadap perkembangan sepak bola putri nasional.

Ia menilai meningkatnya partisipasi sektor swasta merupakan sinyal positif bagi pembangunan ekosistem sepak bola putri di Indonesia.

“Dengan semakin banyak pihak yang ikut berkolaborasi, kami berharap semakin banyak pula anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui jalur pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

Teddy menegaskan tujuan utama Hydroplus Soccer League bukan sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan dari usia dini hingga level profesional.

Melalui kompetisi kelompok umur U15 dan U18, para pemain dipersiapkan menghadapi jenjang berikutnya sebelum memasuki kompetisi senior.

Keberadaan HSL juga diharapkan mampu menjadi wadah pencarian bakat bagi klub-klub sepak bola putri di Indonesia.

Penyelenggara menilai kompetisi tersebut dapat menjadi talent pool bagi klub yang ingin membentuk maupun memperkuat tim sepak bola putri mereka.

BACA JUGA  Duel Murid Melawan Guru, Warnai Partai Final Kelompok Putri

Selain itu, HSL juga menjadi salah satu jalur pemantauan pemain muda potensial oleh PSSI untuk kebutuhan pembentukan tim nasional kelompok umur maupun tim senior di masa depan.

Dengan semakin banyaknya regional penyelenggaraan, peluang munculnya pemain berbakat dari berbagai daerah diperkirakan akan semakin besar.

Penyelenggara optimistis perluasan kompetisi mampu mempercepat pemerataan pembinaan sepak bola putri nasional.

Langkah tersebut juga diharapkan mendukung target jangka panjang Indonesia dalam meningkatkan prestasi sepak bola putri di tingkat regional maupun internasional.

Melalui penambahan regional Solo dan ekspansi program pembinaan ke berbagai daerah, Hydroplus Soccer League menegaskan komitmennya membangun fondasi kuat bagi sepak bola putri Indonesia.

Kompetisi yang terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemain berkualitas yang siap memperkuat klub profesional maupun Timnas Putri Indonesia pada masa mendatang. (09/AGF)