KUDUS, SUDUTPANDANG.ID – Goal Aksis berhasil mencetak sejarah dengan menjadi juara perdana kategori U15 Putri Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 setelah menundukkan Cipta Cendikia FA melalui adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7).
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil disiplin dan saling menekan sepanjang waktu normal yang berlangsung selama 2×25 menit.
Meski sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Pada momen penentuan tersebut, para eksekutor Goal Aksis tampil lebih tenang dan efektif. Seluruh pemain mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga akhirnya memastikan kemenangan 4-3 sekaligus membawa pulang trofi juara.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Goal Aksis. Tim asal Kota Cimahi, Jawa Barat, itu resmi tercatat sebagai juara pertama kategori U15 Putri sejak nomor tersebut dipertandingkan dalam ajang Hydroplus Soccer League All-Stars.
Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan anak asuhnya meraih gelar juara.
Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain yang menunjukkan disiplin tinggi serta konsisten menjalani proses latihan sepanjang turnamen.
Ia mengatakan kesuksesan tim tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun sejak persiapan hingga pertandingan final.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin para pemain, serta kepercayaan terhadap proses latihan dan kekompakan tim yang terus tumbuh sepanjang turnamen,” ujar Budi usai pertandingan.
Menurutnya, perkembangan para pemain tidak hanya terlihat dari aspek teknik bermain, tetapi juga dari sisi mental dan kedewasaan saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting.
Ia menilai para pemain mampu menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi sekaligus saling memberikan dukungan ketika rekan setim menghadapi tekanan selama pertandingan.
“Peningkatan terbesar bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga kedewasaan bermain, kepercayaan diri, serta kemampuan para pemain untuk saling menguatkan ketika rekan setim berada dalam tekanan,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim, Budi berencana memberikan waktu istirahat kepada para pemain setelah menjalani kompetisi yang padat.
Namun, ia tetap meminta para pemain menjaga kondisi fisik dengan melakukan latihan ringan secara mandiri.
“Saya ingin memberikan reward kepada anak-anak berupa waktu istirahat yang cukup, tetapi tetap dibarengi aktivitas fisik ringan secara mandiri agar kebugaran mereka tetap terjaga layaknya pemain profesional,” ujarnya.
Sementara itu, gelandang Goal Aksis Bilqis Fatimah Az Zahra mengaku bangga bisa membawa timnya menjadi juara. Ia mengatakan pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Goal Aksis tidak termasuk tim yang dijagokan sejak awal turnamen.
Menurut Bilqis, kerja keras dan komitmen seluruh pemain selama menjalani latihan menjadi kunci keberhasilan tim menembus partai final hingga akhirnya mengangkat trofi juara.
“Kami tidak diunggulkan, tetapi kami bisa membuktikan kalau kami mampu meraih gelar juara. Semua ini adalah buah dari latihan keras yang kami jalani selama lebih dari sebulan,” kata Bilqis.
Perjalanan Goal Aksis menuju tangga juara memang tidak mudah. Pada fase penyisihan Grup B, mereka hanya mampu finis sebagai runner-up, sehingga harus menghadapi lawan berat di babak semifinal.
Di fase empat besar, Goal Aksis bertemu Mojang Priangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Kedua tim bermain imbang hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, Goal Aksis berhasil menang dengan skor 1(3)-(2)1, sekaligus memastikan tiket menuju partai final.
Kepercayaan diri yang terbentuk sejak semifinal kemudian menjadi modal penting saat menghadapi Cipta Cendikia FA di laga puncak.
Meski kembali harus melewati babak adu penalti, para pemain Goal Aksis mampu menjaga ketenangan sehingga berhasil mengonversi peluang menjadi gol dan mengunci kemenangan.
Keberhasilan ini menjadi bukti perkembangan sepak bola putri usia muda di Indonesia yang semakin kompetitif.
Ajang Hydroplus Soccer League All-Stars juga dinilai menjadi wadah penting bagi pembinaan pemain usia dini untuk mengasah kemampuan teknis, mental bertanding, serta pengalaman berkompetisi di level nasional.
Gelar juara yang diraih Goal Aksis diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berkembang dan menembus jenjang yang lebih tinggi, baik di level klub maupun tim nasional kelompok umur.
Bagi Goal Aksis, trofi HSL All-Stars U15 Putri 2025/2026 bukan hanya menjadi simbol keberhasilan dalam sebuah turnamen, tetapi juga menjadi hasil nyata dari proses pembinaan yang konsisten.
Dengan kombinasi disiplin, kerja keras, dan kekompakan tim, klub asal Cimahi itu berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai juara perdana kategori U15 Putri Hydroplus Soccer League All-Stars sekaligus mempertegas potensinya sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola putri muda di Indonesia.(09/AGF)










