Batas Waktu Tidak Ditentukan, Garda Revolusi Iran Tutup Selat Hormuz Lagi

Selat Hormuz
Nekat Lewat Zona Merah, Kapal Tanker Karam di Selat Hormuz (Foto: Net)

ISTANBUL-TURKI, SUDUTPANDANG.ID – Hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan, jajaran Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Menurut laporan Kantor Berita Anadolu dari Instanbul, Turki, yang dikutip di Jakarta, Ahad (12/7/2026) IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah berulang kali diperingatkan agar mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui, demikian pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA.

Selain itu, IRGC juga menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran.

Menurut IRGC, kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan.

BACA JUGA  10.160 Paket Bansos Selesai Dibagikan di Kelurahan Kayu Putih

IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan “musuh” lainnya di kawasan.

Lalu, IRGC menyalahkan apa yang disebutnya sebagai “campur tangan asing yang melanggar hukum” atas insiden tersebut.

Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika eskalasi terus berlanjut.

Pada bulan Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.

BACA JUGA  Masoud Pezeshkian Terpilih Jadi Presiden Republik Islam Iran

MoU itu mencakup penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, kedua negara kembali saling melancarkan serangan pekan ini terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di berbagai kawasan. (Red/Anadolu/Ant/02)