Keren! Guru SMPN 4 Pasuruan Kenalkan Coding dan AI ke Siswa Lewat Game ‘Batu, Gunting, Kertas”

Guru SMPN 4 Pasuruan AI
Guru SMPN 4 Pasuruan Nurul Mawaridah, M.Pd., saat mengajarkan siswa pemrograman coding dan AI. (Foto: istimewa)

PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Nurul Mawaridah, guru SMPN 4 Pasuruan mengenalkan pemrograman coding dan artificial intelligence (AI) kepada peserta didiknya melalui permainan sederhana “batu, gunting, kertas”.

Kegiatan pembelajaran kreatif ini menjadi pengalaman baru yang interaktif bagi para siswa SMPN 4 Pasuruan.

Nurul Mawaridah, mengenalkan PictoBlox sebagai platform edukasi pemrograman berbasis blok visual yang dilengkapi fitur machine learning.

Melalui fitur tersebut, perangkat komputer dapat dilatih untuk mengenali bentuk gestur tangan yang menunjukkan simbol batu, gunting, atau kertas melalui kamera secara real-time.

Proses Pelatihan Model AI

Dalam praktiknya, para siswa mengumpulkan data gambar dari setiap pose tangan sebagai tahap pelatihan.

Setelah data terkumpul, murid-murid menyusun blok program di PictoBlox agar sistem AI mampu mengenali pose yang ditampilkan dan memberikan respons otomatis sesuai aturan permainan.

BACA JUGA  Hilang Sejak Jumat, Akhirnya Danramil Purwodadi dan Tim Gabungan Temukan Hariono sudah Tak Bernyawa

“Misalnya, ketika kamera mengenali pose kertas, program akan otomatis merespons dengan menampilkan gunting sebagai lawan bermainnya,” ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

Meskipun masih dalam tahap pengenalan, para murid tampak menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Mereka aktif mencoba berbagai pose tangan, membenahi logika program (debugging) saat hasil deteksi belum sesuai, serta berdiskusi untuk meningkatkan akurasi model AI yang dibuat.

Mendekatkan AI Lewat Metode Menyenangkan

Wanita bersahaja yang akrab disapa Nurul, menjelaskan, pengalaman ini memberikan pemahaman mendasar kepada siswa. Kecerdasan artifisial tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi dapat langsung diterapkan melalui proyek sederhana yang menyenangkan.

“Belajar AI tidak selalu harus rumit. Melalui permainan Batu, Gunting, Kertas, murid dapat memahami bagaimana komputer belajar mengenali objek dan memberikan respons berdasarkan data yang telah dilatih,” tutur Nurul.

BACA JUGA  Hari Pertama Masuk Sekolah, Tenda Darurat Dukung Siswa Terdampak Bencana

Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman awal dalam memahami konsep machine Learning, logika pemrograman, hingga penyelesaian masalah (problem solving) secara kolaboratif.

Ia berharap, inovasi pembelajaran ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi digital dan AI, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.(ACZ/01)