Evaluasi Program “Bekasi Keren” RW 06 Jatiranggon: 100% Terealisasi, Aset Dinilai Bertahan 5 Tahun

Bekasi Keren
Evaluasi Program "Bekasi Keren" RW 06 Jatiranggon: 100% Terealisasi, Aset Dinilai Bertahan 5 Tahun (Foto: Humas Pemkot Bekasi)

BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Program penataan lingkungan “Lingkar Bekasi Keren” di RW 06, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, telah berhasil diselesaikan dengan tingkat realisasi 100 persen. Berdasarkan laporan evaluasi yang diserahkan kepada tim pengawas dari Kelurahan dan Kecamatan pada Kamis (30/7/2026). Seluruh dana APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2026 sebesar Rp100 juta telah dibelanjakan secara efektif untuk pengadaan 33 item barang strategis.

Ketua RW 06 Jatiranggon menyampaikan bahwa pelaksanaan program yang berlangsung dari 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini berlandaskan pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dan Permendagri Nomor 130 Tahun 2018. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk menilai kesesuaian hasil pekerjaan dengan rencana, mengidentifikasi kendala, serta memastikan akuntabilitas penggunaan dana masyarakat.

Dalam paparan detailnya, Ketua RW 06 menekankan bahwa barang-barang yang dibeli bukan sekadar konsumsi sesaat, melainkan investasi aset yang diperkirakan dapat bertahan dan bermanfaat minimal selama lima tahun ke depan.

BACA JUGA  Pj Wali Kota Bekasi Serahkan Penghargaan Perangkat Daerah

“Lebih baik kita punya sendiri daripada harus menyewa atau meminjam. Ini menciptakan kemandirian rukun warga dalam merawat aset. Kami pastikan tidak ada pembelian fiktif; semua barang nyata dan dapat dilihat langsung,” ujarnya.

Beberapa aset kunci yang menjadi sorotan antara lain:

  • Peningkatan Keamanan: Penambahan unit CCTV untuk memantau titik rawan di lingkungan RW.
  • Kesiapsiagaan Bencana & Perawatan: Pembelian mesin potong kayu dan mesin potong rumput. Inisiatif ini lahir dari pengalaman sebelumnya saat warga kesulitan menangani pohon tumbang karena ketiadaan alat.
  • Fasilitas Sosial & Administrasi: Pengadaan proyektor (pointer), meja kantor, meja tamu, serta 12 meja lipat yang dibagikan merata ke empat RT.
  • Dukungan Aktivitas Warga: Penambahan 140 unit kursi plastik (100 unit DC dan 40 unit biasa) serta peralatan hadroh untuk pemberdayaan ibu-ibu PKK.
  • Infrastruktur Dasar: Material seperti semen senilai Rp27 juta, pasir, besi penyangga, dan tangga besar untuk keperluan gotong royong dan perbaikan parit.
BACA JUGA  LBH Perisai Kebenaran dan LPM Jatimurni Beri Penyuluhan dan Konsultasi Hukum Gratis untuk Warga

Lurah Jatiranggon, Dedy Suryadi, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas terlaksananya serah terima program ini, yang merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan di wilayah kelurahannya.

“Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah. Program ini semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Ke depannya, melalui Lingkar Bekasi Keren, mimpi masyarakat Jatiranggon untuk mendapatkan fasilitas pelayanan yang lengkap dapat diwujudkan. Ini bukan hanya soal belanja barang, tapi juga langkah menuju perbaikan infrastruktur yang lebih baik,” ungkap Dedy.

Camat Jatisampurna, Nata Wirya, memberikan apresiasi tinggi atas capaian RW 06. Ia menegaskan bahwa dana Rp100 juta telah dibelanjakan sepenuhnya (full) dan distribusinya terasa adil serta transparan ke empat RT yang ada.

“Saya melihat sendiri, sangat transparan. Barang-barangnya lengkap, mulai dari peralatan hadroh untuk Ibu PKK, mesin potong, kursi, hingga tenda. Semua RT mendapat bagian. Alhamdulillah, luar biasa,” kata Nata Wirya.

Camat Nata Wirya juga menyoroti bahwa program ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Walikota untuk benar-benar menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

BACA JUGA  Infrastruktur Maju, Ekonomi Melaju: Menengok Efek Domino TMMD 129 Bojonegoro bagi UMKM Lokal

“Masyarakat bisa melihat langsung manfaatnya. Saya berharap program ini terus berlanjut dan bahkan nominal anggarannya bisa ditingkatkan sesuai janji Pak Walikota,” tutupnya.

Dengan selesainya program ini, RW 06 Kelurahan Jatiranggon mencatatkan diri sebagai salah satu percontohan dalam pengelolaan dana lingkungan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kemandirian warga jangka panjang.(PR/04)