PSSI Dukung Khiev Sameth Pimpin AFF Periode 2026-2031

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan penuh kepada Khiev Sameth untuk kembali memimpin AFF periode 2026-2031. (Foto: IST/SP).

JAKARTA | SUDUTPANDANG.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Mayor Jenderal Khiev Sameth, untuk kembali memimpin organisasi tersebut pada periode 2026-2031.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menilai kepemimpinan Khiev Sameth telah membawa perubahan positif bagi perkembangan sepak bola Asia Tenggara.

Menurut Erick, kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum kebangkitan sepak bola ASEAN yang kini semakin mendapat perhatian dunia.

Erick menyampaikan, selama memimpin AFF, Khiev Sameth berhasil memperkuat kolaborasi antarasosiasi anggota sekaligus meningkatkan kualitas berbagai kompetisi regional. Hal itu dinilai menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola di kawasan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden AFF, Gen. Khiev Sameth, AFF terus menjadi kekuatan yang menyatukan sepak bola Asia Tenggara. AFF berkomitmen besar dalam memperkuat kolaborasi antar asosiasi anggota serta meningkatkan kualitas kompetisi di kawasan kita,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Erick, keberlanjutan kepemimpinan di AFF menjadi kebutuhan strategis karena kawasan Asia Tenggara tengah memasuki fase pertumbuhan yang signifikan.

Sejumlah negara anggota kini semakin aktif menjadi tuan rumah turnamen internasional, sementara kualitas kompetisi dan pembinaan usia muda terus mengalami peningkatan.

PSSI juga menilai hubungan yang terjalin antara AFF dan Indonesia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA  Selamat Jalan, Jacklien Ibo

Kepercayaan AFF kepada PSSI tercermin dari penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara berbagai turnamen kelompok umur di bawah naungan federasi sepak bola Asia Tenggara.

Erick mengatakan, transformasi yang dilakukan PSSI dalam aspek tata kelola organisasi, pengembangan kompetisi, hingga peningkatan infrastruktur telah mendapat apresiasi dari AFF.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda penting.

“AFF sudah percaya dengan transformasi yang dilakukan PSSI. Kepercayaan ini terbukti nyata dari event-event AFF yang dilaksanakan di Indonesia, seperti ASEAN U-23 Championship 2025, ASEAN U-19 Boys’ Championship 2024 dan 2026, ASEAN U-17 Boys’ Championship 2024 dan 2026, ASEAN U-19 Women’s Championship 2025, serta ASEAN U-16 Girls’ Championship 2025,” kata Erick.

Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa sepak bola nasional semakin diperhitungkan di tingkat regional.

Khiev Sameth sendiri telah memimpin AFF sejak 2019. Tokoh asal Kamboja yang juga berlatar belakang militer itu kembali terpilih secara aklamasi pada Kongres AFF 2022 tanpa memiliki pesaing, untuk masa jabatan hingga 2026.

Selama kepemimpinannya, AFF dinilai semakin aktif mengembangkan berbagai kompetisi usia muda, sepak bola putri, hingga memperkuat kerja sama dengan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Melihat capaian tersebut, Erick optimistis Khiev Sameth masih menjadi sosok yang tepat untuk memimpin AFF lima tahun ke depan.

BACA JUGA  Sumardji Mundur dari Manajer Timnas Indonesia

Ia meyakini kesinambungan kepemimpinan akan mempercepat realisasi berbagai program pengembangan sepak bola di Asia Tenggara.

Selain itu, Erick menyoroti semakin besarnya kepercayaan FIFA kepada negara-negara di kawasan ASEAN sebagai tuan rumah berbagai turnamen internasional.

Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sepak bola regional sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara dalam peta sepak bola dunia.

“Keberlanjutan kepemimpinan sangat penting karena Asia Tenggara sedang membangun kompetisi level dunia. FIFA telah mempercayakan sejumlah agenda mereka di Asia Tenggara, seperti FIFA World Cup U-17 2023 dan FIFA Series 2026 di Indonesia, FIFA Women’s World Cup 2023 di Australia, FIFA Women’s Futsal World Cup 2025 di Filipina, dan yang paling membanggakan, Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026,” tegas Erick.

Menurut Erick, berbagai agenda internasional tersebut menjadi momentum bagi negara-negara ASEAN untuk menunjukkan kapasitas sebagai penyelenggara kompetisi sepak bola kelas dunia.

PSSI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama dengan AFF serta seluruh asosiasi anggota dalam meningkatkan kualitas sepak bola kawasan. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kompetisi, peningkatan kualitas wasit dan pelatih, pembinaan pemain usia muda, hingga penguatan tata kelola organisasi.

BACA JUGA  Kunjungi KEK Sanur, Erick Thohir: Bali Akan Punya Pusat Layanan Kesehatan Internasional

Erick berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat apabila Khiev Sameth kembali memimpin AFF pada periode mendatang.

“Kami di PSSI berdiri di belakang Gen. Khiev Sameth. Bersama-sama, kita akan membawa sepak bola Asia Tenggara terbang lebih tinggi,” ujarnya.

Dukungan resmi PSSI kepada Khiev Sameth mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kesinambungan kepemimpinan di AFF.

Dengan berbagai agenda besar yang menanti, termasuk penyelenggaraan turnamen FIFA di kawasan, kepemimpinan yang berpengalaman dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat kemajuan sepak bola ASEAN.

Bagi PSSI, kerja sama yang erat dengan AFF tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi Timnas Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.

Langkah tersebut sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola di Asia Tenggara sekaligus memperkuat daya saing kawasan di level global. (09/AGF).