MATARAM-NTB, SUDUTPANDANG.ID – Kebakaran permukaan lahan di sekitar kawasan camp di Pelawangan pada jalur pendakian Sembalun, kawasan Gunung Rinjani, Lombok, telah berhasil dipadamkan, demikian dinyatakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardi dalam keterangan yang dikutip di Mataram, Selasa (11/8/2026).
“Kebakaran lahan di kawasan Rinjani Lombok itu telah berhasil dikendalikan,” katanya.
Peristiwa kebakaran itu kata diia, terjadi pada Senin (10/8) sore dan tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengendalian api.
“Kebakaran yang membakar vegetasi permukaan dengan luas sekitar 1,6 hektare akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada malam harinya,” katanya.
Pihaknya mengapresiasi tim maupun pemandu dan porter yang turut turun langsung membantu memadamkan api serta mengamankan pengunjung.
“Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kekuatan penting dalam menjaga keselamatan dan kelestarian Rinjani,” kata Astekita Ardi.
Sebelumnya, Tim Polsek Sembalun melaksanakan patroli sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, pengunjung, dan para pendaki, dalam mengantisipasi kebakaran lahan di Gunung Rinjani.
Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri mengatakan kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) itu menyasar para pengunjung dan masyarakat yang berada di kawasan TNGR, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sembalun mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung, khususnya para pendaki, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla.
“Warga kami imbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuat api unggun maupun melakukan pembakaran sampah di kawasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
Selain memberikan imbauan secara langsung, Kapolsek Sembalun juga menyarankan kepada pihak TNGR agar memasang banner berisi imbauan pencegahan karhutla di lokasi yang mudah dilihat oleh para pengunjung dan pendaki.
“Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung upaya pencegahan karhutla, sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian kawasan TNGR,” demikian Lalu Subadri. (Red/Ant/02)









