JAKARTA | SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI) masa bakti 2026-2030 Letjen TNI Robi Herbawan resmi dikukuhkan dan dilantik bersama jajaran pengurusnya oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.
Pelantikan PB PDBI periode 2026-2030 tersebut berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Momentum ini menjadi langkah awal kepengurusan baru untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan prestasi Drum Band Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Marciano Norman menilai Drum Band memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Olahraga tersebut menuntut atlet untuk mampu bekerja sama, disiplin, bekerja keras, serta memiliki tanggung jawab terhadap tim.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter bangsa. Karena itu, pembinaan Drum Band tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga membangun mental dan karakter generasi muda melalui aktivitas olahraga.

Di sisi lain, Marciano melihat potensi perkembangan Drum Band di Indonesia cukup besar.
Ekosistem olahraga tersebut telah berkembang di berbagai daerah, terutama di lingkungan sekolah dan kalangan pelajar.
Saat ini terdapat sekitar 600 klub Drum Band yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain sekolah, perkembangan Drum Band juga terlihat di sejumlah perguruan tinggi, lembaga, dan instansi.
Potensi tersebut dinilai perlu dikelola melalui program pembinaan yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan. Tata kelola organisasi yang baik juga menjadi faktor penting untuk memastikan potensi tersebut dapat dikonversi menjadi prestasi.
Marciano berharap kepengurusan baru PB PDBI di bawah Robi Herbawan mampu melakukan penguatan organisasi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Jenderal Robi Herbawan yang juga merupakan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, tata kelola PDBI dapat menjadi lebih baik. PDBI juga dapat mengikuti single event yang digelar oleh negara-negara tetangga, sehingga prestasinya dapat semakin meningkat,” ujar Marciano.

Menurutnya, pengembangan Drum Band harus dimulai dari basis pembinaan yang kuat.
Sekolah, perguruan tinggi, lembaga, dan instansi dapat menjadi pusat pengembangan atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.
“Potensi besar PDBI ada di sekolah, perguruan tinggi, lembaga, dan instansi. Saya berharap PDBI dapat mengoptimalkan, sosialisasi dan kompetisi harus terus dilakukan agar eksistensi Drum Band semakin dikenal oleh masyarakat. Hal tersebut dapat dimulai dari sekolah,” katanya.
Selain pembinaan atlet, KONI Pusat juga menyoroti pentingnya sistem penilaian dalam kompetisi Drum Band.
Marciano meminta sistem penilaian diterapkan secara objektif, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, sistem penilaian yang profesional diperlukan untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus memastikan kualitas kompetisi terus meningkat.
Standar penilaian juga diharapkan dapat mengikuti perkembangan sistem penilaian Drum Band internasional.
“Dari sisi penilaian, saya berharap dapat lebih objektif, transparan dan menjunjung tinggi sportivitas, serta mengikuti sistem penilaian internasional,” tegas Marciano.
Ia juga mengingatkan bahwa pembinaan Drum Band memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mencetak atlet berprestasi.
Organisasi memiliki amanah dari para orang tua untuk membina anak-anak melalui kegiatan positif.
“PDBI harus memanfaatkan amanah dari orang tua atlet untuk terus membina dan membangun karakter bangsa melalui olahraga,” pungkasnya.
Sementara itu, Robi Herbawan mengatakan pelantikan kepengurusan baru PB PDBI menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Ia menilai kesinambungan program pembinaan harus menjadi perhatian utama agar perkembangan Drum Band di Indonesia dapat berjalan secara terarah.
“Suasana pelantikan hari ini merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi dan kesinambungan Drum Band di Indonesia. Di sisi lain, tanggung jawab tentunya akan semakin tinggi,” kata Robi.
Ia menegaskan PB PDBI akan meningkatkan sinergi dengan KONI, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang mendukung peningkatan prestasi atlet.
Robi juga mendorong jajaran pengurus untuk menghadirkan terobosan baru selama periode kepemimpinannya.
Inovasi diperlukan agar Drum Band semakin berkembang dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya berharap Drum Band di kepengurusan yang baru ini dapat membuat terobosan-terobosan baru sehingga Drum Band semakin berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Robi mengajak seluruh jajaran PB PDBI untuk membangun organisasi melalui semangat gotong royong dan soliditas. Menurutnya, kesatuan langkah menjadi modal penting untuk mencapai target organisasi.
“Satukan langkah majukan PDBI. Saya percaya dengan soliditas yang tinggi kita mampu meningkatkan prestasi dan mencetak generasi bangsa yang berkarakter,” lanjutnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, PB PDBI diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, memperluas kompetisi, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperbaiki tata kelola organisasi.
Penguatan sistem kompetisi dan penilaian juga menjadi bagian penting untuk membawa Drum Band Indonesia menuju standar internasional.
Di saat yang sama, nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas tetap menjadi bagian utama dalam pembinaan atlet.
Kepengurusan baru PB PDBI kini memiliki tantangan untuk mengoptimalkan potensi sekitar 600 klub yang telah berkembang di berbagai daerah.
Dengan pembinaan berkelanjutan dan sinergi antarpemangku kepentingan, Drum Band Indonesia diharapkan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi sekaligus menjadi sarana pembentukan generasi muda yang berkarakter. (09/AGF).










