SUDUTPANDANG.ID – Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (16/8/2026) siang. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, gempa terjadi pada pukul 13.51.48 WIB atau 14.51.48 Wita.
“Gempa dengan magnitudo 5,5 terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 13.51.48 WIB,” kata Arief.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 7,90 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,64 derajat Bujur Timur (BT).
Lokasi tersebut berada sekitar 81 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Gempa memiliki kedalaman 10 kilometer,” ujar Arief.
Getaran gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Berdasarkan laporan BMKG, gempa dirasakan di Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Manggarai dengan intensitas III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala III-IV MMI, getaran gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Benda-benda yang tergantung juga dapat bergoyang akibat getaran.
Arief mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai gempa maupun potensi gempa susulan.
“Informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya bersumber dari BMKG,” katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal setelah gempa.
Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat getaran gempa untuk mengantisipasi risiko keselamatan.(red)










