DEPOK-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (23/8/2026) menggelar “Pelatihan Penulisan Berita dan Desain Grafis Menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
“Dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, proses mengolah informasi menjadi sebuah berita dapat dilakukan dengan lebih cepat, bahkan kurang dari lima menit,” kata Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kota Depok, Handy Fernandy, dalam kegiatan yang digelar di Kantor PCNU Kota Depok, Cilodong, Ahad (23/8).
Ia menjelaskan pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur NU di Kota Depok. Peserta berasal dari lembaga, badan otonom (banom), hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dengan tujuan bahwa teknologi AI digunakan untuk memperkuat publikasi NU.
Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris LAZISNU Kota Depok, M. Sodiqul Anwar, serta perwakilan Ansor Cilodong, Aris Maulana.
Acara dipandu oleh Sekretaris LTN NU Kota Depok, Ahmad Munir, yang memoderatori jalannya kegiatan mulai dari penyampaian materi hingga sesi diskusi bersama para peserta.
Pelaksanaan kegiatan tersebut terselenggara sepenuhnya berkat dukungan Bendahara PCNU Kota Depok, H. M. Saeful Ali, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas publikasi dan pengembangan media di lingkungan Nahdlatul Ulama Kota Depok.
Dalam pemaparannya, Handy menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu kerja-kerja publikasi organisasi, terutama dalam penulisan berita dan pembuatan desain grafis.
AI, kata dia, dapat membantu mengolah data dan informasi kegiatan menjadi sebuah naskah berita dengan lebih cepat. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai dengan kemampuan manusia dalam melakukan pengecekan dan memastikan kebenaran informasi.
“Sekarang membuat berita bisa sangat mudah, bahkan kurang dari lima menit karena bantuan AI,” katanya menegaskan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh membuat pengguna mengabaikan akurasi dan fakta. Informasi yang dipublikasikan tetap harus berdasarkan kejadian yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain pelatihan penulisan berita, para peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam pembuatan desain grafis. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan publikasi organisasi di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat.
Kegiatan Berkelanjutan
Salah satu peserta, Yana Suviana, yang juga merupakan perwakilan dari MWC NU Beji, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap pelatihan mengenai penulisan berita dan pemanfaatan teknologi AI dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pengurus dan kader NU.
“Kegiatan ini harus sering dilakukan agar bisa bermanfaat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kegiatan sampai level ranting juga bisa diberitakan,” katanya.
Ia menjelaskan banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh warga dan organisasi NU di tingkat bawah, tetapi belum seluruhnya terdokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik.
Karena itu, peningkatan kemampuan dalam bidang jurnalistik dan desain grafis menjadi salah satu langkah penting agar setiap kegiatan dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas.
Disebutkannya bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LTN NU Kota Depok dalam memperkuat ekosistem publikasi organisasi. Dengan melibatkan peserta dari lembaga, banom, hingga MWC NU, kemampuan produksi konten diharapkan dapat berkembang secara lebih merata.
Ke depan, kata dia, berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Depok beserta struktur organisasi dan badan-badan di bawahnya diharapkan dapat memperoleh pemberitaan yang lebih masif.
Tidak hanya kegiatan di tingkat kota, aktivitas NU di tingkat MWC hingga ranting juga diharapkan dapat terdokumentasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat.
Pemanfaatan AI pun diharapkan menjadi salah satu alat yang dapat membantu percepatan kerja-kerja publikasi tersebut.
Dengan semakin banyak kader dan pengurus yang memiliki kemampuan menulis berita serta membuat konten visual, informasi mengenai program dan kegiatan NU di Kota Depok diharapkan semakin luas jangkauannya.
Handy Fernandy menambahkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, dokumentasi dan publikasi menjadi bagian penting dalam membangun narasi positif organisasi.
Melalui pelatihan ini, LTN NU Kota Depok berharap setiap kegiatan baik yang dilakukan oleh PCNU, lembaga, banom, MWC, maupun ranting dapat semakin terdokumentasikan dan dipublikasikan secara profesional.
Dengan kemampuan menulis, kreativitas desain, dan pemanfaatan teknologi AI secara bijak, mari bersama-sama memperkuat pemberitaan dan menyebarkan berbagai kegiatan positif NU Kota Depok kepada masyarakat, demikian Handy Fernandy. (Red/02)










