JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan delapan unit rumah subsidi sebagai hadiah bagi pengembang rumah subsidi terbaik pada Indonesia Property & Bank Award (IPBA) XXI-2027.
Rencana tersebut disampaikan dalam malam penganugerahan IPBA XX-2026 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2026), yang juga memberikan 60 tiket umrah kepada sejumlah penerima apresiasi.
Pemberian hadiah tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan, mulai dari pengembang, karyawan perusahaan, marbot masjid hingga jurnalis.
IPBA XX-2026 yang diselenggarakan Journalist Media Network (JMN) mengusung tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah”.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, perwakilan BP Tapera, asosiasi properti, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, serta pelaku industri terkait.
Maruarar mengatakan, hadiah umrah bagi pengembang rumah subsidi tidak diperuntukkan bagi pemilik ataupun jajaran direksi perusahaan. Menurut dia, hadiah tersebut seharusnya diberikan kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
“Hadiah tersebut harus diberikan kepada karyawan masing-masing pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kerja mereka di lapangan,” ujar Maruarar.
Selain pengembang rumah subsidi, hadiah umrah juga diberikan kepada marbot masjid dan jurnalis. Secara keseluruhan, terdapat 60 tiket umrah yang diberikan dalam rangkaian apresiasi IPBA XX-2026.
Maruarar juga menyampaikan rencana pemberian hadiah yang berbeda pada penyelenggaraan IPBA berikutnya. Ia menyiapkan delapan unit rumah subsidi bagi pengembang rumah subsidi terbaik pada IPBA XXI-2027.
Rumah subsidi tersebut juga diarahkan untuk diberikan kepada karyawan pengembang. Pemberian itu menjadi bentuk penghargaan terhadap pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan dan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar mengingatkan pelaku usaha perumahan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan kualitas hunian yang ditawarkan.
Ia meminta seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan mekanisme pengawasan dan pemeriksaan yang memadai.
“Harus menjaga komitmen. Jangan sekadar menerima uang, menjual produk, tapi rumahnya tidak jelas. Kasihan masyarakat nantinya,” kata Maruarar.
IPBA Dorong Ekosistem Perumahan
CEO Journalist Media Network yang juga Presiden Asosiasi Real Estate dan Ekosistem Properti (AREA) Indonesia, Indra Utama, mengatakan IPBA telah memasuki penyelenggaraan ke-20.
Menurut Indra, sektor perumahan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap hunian.
“Sektor perumahan bukan sekadar bisnis, ada pertumbuhan ekonomi dan harapan masyarakat dari hunian yang dibangun,” ujar Indra.
Ia mengatakan, AREA Indonesia berupaya mempertemukan pengembang, industri, dan media dalam membangun ekosistem perumahan. Organisasi tersebut juga menaungi lembaga sertifikasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perumahan.
Dalam proses penilaian IPBA XX-2026, tim juri didukung sejumlah pakar yang dipimpin Prof Roy Sembel. BP Tapera turut memberikan dukungan dalam proses penilaian sebagai regulator sektor perumahan.
Reda Manthovani Apresiasi IPBA
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof Reda Manthovani turut hadir dalam acara tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IPBA XX-2026.
Menurut Reda, tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah” menggambarkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat untuk memperoleh hunian yang layak.
Reda juga menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan dan hadiah umrah.
“Selamat kepada seluruh pemenang dan penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan kemajuan industri properti Indonesia,” ujar Reda.
60 Tiket Umrah
Pemberian 60 tiket umrah menjadi salah satu rangkaian apresiasi dalam IPBA XX-2026. Penerima tidak hanya berasal dari kalangan pengembang, tetapi juga marbot masjid dan jurnalis.
Khusus bagi pengembang rumah subsidi, apresiasi tersebut dikaitkan dengan kontribusi dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada perusahaan, pengembang, proyek, perbankan, serta pelaku industri lain berdasarkan kategori yang telah ditetapkan.
Memasuki penyelenggaraan ke-20, IPBA menjadi forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor properti dan perbankan.
Dinamika industri selama dua dekade mencakup perkembangan pembiayaan, pertumbuhan kawasan baru, hunian tapak dan vertikal, serta meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan.
Indra mengatakan, penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi sarana membangun kolaborasi antara pelaku industri properti dan perbankan.
“IPBA juga menjadi ajang pemberian apresiasi sekaligus motivasi untuk membangun kolaborasi yang semakin erat antara pelaku usaha di sektor industri properti dan perbankan,” katanya.
Rencana pemberian delapan rumah subsidi pada IPBA XXI-2027 menjadi bagian dari kelanjutan skema apresiasi terhadap pekerja di sektor perumahan. Sementara itu, pemberian 60 tiket umrah pada IPBA XX-2026 menjadi bentuk penghargaan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan dan kegiatan sosial.(red/08)








