JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mengaku bangga dan terharu melihat antusiasme masyarakat dalam Merdeka Run 2026.
Ajang lari massal yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti 12 ribu peserta.
Jumlah tersebut melampaui target awal penyelenggaraan yang ditetapkan sebanyak 8.000 peserta. Antusiasme masyarakat bahkan membuat kuota peserta bertambah hingga mencapai 12 ribu orang.
Erick menyampaikan apresiasi tersebut saat berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/8/2026), setelah rangkaian Merdeka Run 2026 berlangsung.
“Senang, bangga, terharu. Merdeka Run tahun ini luar biasa sukses. Pesertanya yang tadinya delapan ribu, jadi dua belas ribu. Para peserta mendapatkan medali,” kata Erick.
Menurut Erick, tingginya jumlah peserta menunjukkan olahraga lari semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Ia menilai antusiasme tersebut sekaligus menjadi gambaran meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik.
Merdeka Run 2026 juga memberikan ruang bagi peserta dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok disabilitas.
Sejumlah peserta disabilitas turut ambil bagian dan mampu menyelesaikan perlombaan hingga mencapai garis finis.
Keterlibatan peserta disabilitas mendapat perhatian khusus karena menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang yang inklusif.
Menurut Erick, keberhasilan para peserta menyelesaikan perlombaan menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang dibangun dalam Merdeka Run 2026.
Selain lomba lari, kemeriahan kegiatan juga diperkuat dengan berbagai atraksi. Peserta dan masyarakat yang hadir dapat menyaksikan pertunjukan pesawat tempur, drone show, hingga aksi terjun payung.
Erick mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto, terhadap penyelenggaraan Merdeka Run 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut turut mendorong terselenggaranya kegiatan olahraga massal yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
“Terima kasih kepada masyarakat yang memberikan cerminan hidup sehat. Berolahraga itu bagian dari investasi masa depan, yaitu kesehatan,” ujar Erick.
Ia menilai kegiatan seperti Merdeka Run tidak hanya berkaitan dengan kompetisi. Lebih jauh, olahraga dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Merdeka Run 2026 juga dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan atlet lari nasional. Sejumlah atlet putra dan putri yang diproyeksikan tampil pada ajang internasional mengikuti kegiatan tersebut sebagai sarana pemanasan atau try out.
Menurut Erick, kesempatan berkompetisi dalam atmosfer lomba yang melibatkan ribuan peserta dapat membantu atlet nasional mengukur kesiapan sebelum menghadapi agenda olahraga internasional.
“Kita mengundang para atlet nasional putra-putri yang akan berlaga di Asian Games 2026 dan atau lainnya untuk mulai mempersiapkan diri, karena Asian Games tinggal beberapa minggu lagi,” kata Erick.
Keikutsertaan para atlet nasional menjadi bagian dari upaya mempersiapkan performa menjelang Asian Games 2026.
Dengan mengikuti ajang yang kompetitif, para atlet dapat menjaga ritme sekaligus mendapatkan pengalaman berlomba di tengah suasana yang berbeda dari sesi latihan.
Selain atlet nasional, Merdeka Run 2026 turut diikuti sejumlah figur publik dan pegiat olahraga. Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman terlihat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah figur publik seperti Gisella Anastasia dan Fanny Ghassani juga turut meramaikan Merdeka Run 2026.
Erick menegaskan bahwa para figur publik yang diundang memiliki ketertarikan terhadap olahraga lari sehingga kehadiran mereka bukan sekadar mengikuti tren.
“Figur publik yang hadir juga memang pelari, bukan sekadar ikut-ikutan, terima kasih antusiasnya,” ujar Erick.
Kehadiran atlet, figur publik, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum membuat Merdeka Run 2026 menjadi kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok.
Ajang tersebut sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana olahraga dan perayaan kemerdekaan.
Dengan jumlah peserta yang meningkat dari target 8.000 menjadi 12.000 orang, Merdeka Run 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
Antusiasme tersebut menjadi modal positif untuk mendorong budaya hidup sehat secara lebih luas.
Bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga, kegiatan olahraga massal seperti Merdeka Run juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik.
Olahraga tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin memperkuat pesan tersebut. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kegiatan yang menggabungkan olahraga, kebersamaan, hiburan, serta partisipasi masyarakat.
Erick berharap semangat berolahraga yang terlihat dalam Merdeka Run 2026 dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Menurutnya, kebiasaan menjaga kebugaran perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena kesehatan merupakan investasi jangka panjang.
Merdeka Run 2026 pun tidak hanya mencatat keberhasilan dari sisi jumlah peserta. Keterlibatan kelompok disabilitas, atlet nasional, figur publik, dan masyarakat umum menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama yang inklusif.
Dengan capaian tersebut, Merdeka Run 2026 menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan HUT ke-81 RI sekaligus memperkuat pesan pentingnya hidup sehat melalui olahraga.(09/AGF)











