Iran Klaim Kemampuan Strategis Militer Tetap Terjaga di Tengah Konflik

Avatar photo
Militer Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Foto: Dok. Al Jazeera)

SUDUTPANDANG.ID – Iran mengklaim sebagian kemampuan strategis militer negaranya tetap terjaga di tengah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat setelah sejumlah aset pertahanan ditempatkan di lokasi aman dan fasilitas bawah tanah.

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik dalam sebuah pertemuan di Provinsi Alborz, Sabtu (26/9), seperti dilaporkan kantor berita IRNA.

Menurut Talaei-Nik, Iran dalam beberapa tahun terakhir telah mengambil sejumlah langkah untuk mengamankan kemampuan strategis angkatan bersenjatanya, termasuk dengan menyimpannya di fasilitas yang dinilai aman dan infrastruktur bawah tanah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian kemampuan strategis angkatan bersenjata telah disimpan di lingkungan yang aman dan dalam infrastruktur bawah tanah,” kata Talaei-Nik.

Ia menyebut kebijakan tersebut turut memengaruhi perhitungan pihak lawan mengenai kemampuan pertahanan dan kapasitas produksi persenjataan Iran.

BACA JUGA  Serbia Tolak Jadi Tuan Rumah Parade LGBT Internasional

Talaei-Nik mengatakan, langkah pengamanan kemampuan strategis militer dilakukan di tengah serangkaian konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ia merujuk pada perang selama 12 hari pada Juni 2025 serta konflik selama 40 hari yang disebut berlangsung pada Februari 2026.

Menurut Talaei-Nik, dalam konflik tersebut pihak yang disebutnya sebagai “musuh” berupaya melemahkan sejumlah kemampuan strategis mily Iran, termasuk kemampuan nuklir, kekuatan rudal, pengaruh regional, dan angkatan laut.

Meski mengakui konflik tersebut menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi Iran, Talaei-Nik menyatakan bahwa pihak lawan gagal mencapai tujuan strategis utama yang mereka tetapkan.

Iran Ancam Respons Lebih Besar

Di tengah pernyataan mengenai kemampuan pertahanan yang disebut masih terjaga, Iran juga kembali menyampaikan peringatan jika Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan baru.

BACA JUGA  Penjelasan Polisi Soal Artis AP yang Ditangkap karena Ganja

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan, pihaknya akan memberikan respons yang lebih besar dan presisi apabila kembali diserang.

“Jika Amerika Serikat dan rezim Israel kembali salah perhitungan dan membuat kesalahan dengan menyerang kami, serangan kami kali ini akan lebih dahsyat, besar, dan presisi dari sebelumnya,” kata Shekarchi, Sabtu, seperti dikutip kantor berita Fars.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk terkait Selat Hormuz.

The Wall Street Journal pada Jumat (25/9) melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama sepekan.

Laporan tersebut juga menyebut Trump mempertimbangkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan umum sela Amerika Serikat.(red/berbagai sumber)