Trump: Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai Usai Pemilu AS

Avatar photo
Iran Bantah Klaim Trump soal Permintaan Gencatan Senjata dengan Iran. California. Perang AS. Perang Iran Habiskan Rp 1.763 Triliun Senator AS Kritik Strategi Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. Reuters)

SUDUTPANDANG.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih terbuka, meski ia menyebut Teheran berulang kali menolak usulan yang diajukan Washington.

Dilansir dari Reuters, Rabu (23/9/2026), Trump memperkirakan kesepakatan dapat tercapai setelah pemilihan umum (pemilu) paruh waktu Amerika Serikat pada November 2026 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).

“Sekali lagi, saya mendesak Iran untuk membuat kesepakatan. Dan sekali lagi, mereka menolak,” kata Trump dari podium Sidang Majelis Umum PBB.

Meski demikian, Trump mengatakan dirinya yakin Washington dan Teheran pada akhirnya akan mencapai kesepakatan.

BACA JUGA  Iran Tak Akan Berunding dengan AS, Ketegangan Kian Meningkat

Menurut dia, peluang tersebut terbuka setelah pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung 3 November 2026.

“Saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilu karena tidak masuk akal bagi mereka (Iran) untuk tidak melakukannya,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Trump juga kembali menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Ia menyebut isu tersebut sebagai salah satu alasan utama kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Sejak hari pertama saya memasuki arena politik, saya tidak pernah goyah. Saya tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” katanya.

Di sisi lain, Trump juga menyinggung dampak konflik terhadap pasar energi.

Ia mengatakan, harga minyak dunia akan turun dan bahkan berada di bawah level sebelum konflik dengan Iran dimulai.

BACA JUGA  Hari Pemuda Internasional, Puteri Serukan Pesan Solidaritas Antargenerasi

“Kita akan segera melihat dunia yang terbebas dari ancaman selama 51 tahun terakhir, teror Iran, dan harga minyak akan anjlok bahkan lebih rendah daripada saat konflik dimulai,” ujarnya.

Pernyataan Trump disampaikan ketika ketegangan Amerika Serikat dan Iran masih menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Pada forum tersebut, dia juga menyerukan Iran kembali ke meja perundingan dan membuka kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington terbuka untuk berdialog dengan Iran, meski hingga Selasa belum ada jadwal pertemuan langsung antara kedua pihak.(Red/01)

Sumber:Reuters