Anton Charliyan, dari Bhayangkara hingga Pengabdian untuk Budaya Sunda

Anton Charliyan, dari Bhayangkara hingga Pengabdian untuk Budaya Sunda
Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. (Foto: Dok. Sudut pandang.id)

“Di mana pun mengabdi, ruangnya boleh berubah, tetapi semangat memberi manfaat tidak boleh berhenti. Merawat budaya Sunda berarti menjaga akar, menghormati warisan leluhur dan memastikan nilai-nilainya tetap hidup di tengah perubahan zaman.”

SUDUTPANDANG.ID – Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., atau yang akrab disapa Abah Anton, memiliki perjalanan panjang di Korps  Bhayangkara sebelum melanjutkan pengabdiannya di bidang sosial dan kebudayaan.

Lulusan Akpol 1984 itu mengawali karier di bidang reserse dan kemudian menduduki berbagai jabatan di lingkungan Polri.

Abah Anton Charliyan pernah dipercaya sebagai Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan, serta Kapolda Jawa Barat. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

Sepanjang berdinas, Abah Anton Charliyan menjalani penugasan di sejumlah bidang, mulai dari reserse hingga jabatan kewilayahan. Pengalamannya di bidang komunikasi kepolisian juga mengantarkannya menjadi Kadiv Humas Polri.

BACA JUGA  PalmCo Salurkan 500 Ton Minyak Goreng untuk Warga Terdampak Banjir Sumatra

Pada Desember 2016, Abah Anton dipercaya memimpin Polda Jawa Barat. Sebelumnya, ia pernah menjabat Kapolwil Priangan.

Selama bertugas di Jawa Barat, salah satu peristiwa yang mendapat perhatian adalah penanganan ledakan bom panci di Cicendo, Bandung, pada Februari 2017.

Dalam menjalankan tugas, Abah Anton memperkenalkan konsep PDLTT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Terstruktur, dan Terukur.

Pada 2017, Polda Jawa Barat juga memberikan penghargaan Honorary Police kepada sejumlah tokoh dari berbagai unsur sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan dengan masyarakat.

Tanda Jasa

Selama berkarier di Polri, Abah Anton menerima sejumlah penghargaan, antara lain Satyalancana Dwidja Sistha 2014, Bintang Bhayangkara Nararya 2014 dan Bintang Bhayangkara Pratama 2016.

Setelah memasuki masa purnatugas, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

BACA JUGA  Wakapolres Badung Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Pada 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui SK No. 430/Kep.120-Disparbud/2026 tertanggal 6 Maret 2026 menetapkan Anton sebagai Ketua Umum sekaligus anggota Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026/2027.

MASDA memiliki tugas antara lain menampung aspirasi masyarakat adat, mendukung pelestarian kampung adat, membangun koordinasi dengan komunitas adat, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Dalam peran tersebut, pria kelahiran Tasikmalaya itu menempatkan penguatan kampung adat sebagai salah satu agenda pelestarian budaya Sunda. Peran ini menjadi kelanjutan aktivitas pengabdiannya setelah menyelesaikan masa tugas di institusi kepolisian.

Dari lingkungan Bhayangkara hingga ruang kebudayaan, aktivitas Abah Anton setelah pensiun menunjukkan kesinambungan keterlibatannya dalam pelayanan publik, meski berada dalam bidang yang berbeda.

“Di mana pun mengabdi, ruangnya boleh berubah, tetapi semangat memberi manfaat tidak boleh berhenti. Merawat budaya Sunda berarti menjaga akar, menghormati warisan leluhur dan memastikan nilai-nilainya tetap hidup di tengah perubahan zaman,” tutur Abah Anton saat menghadiri Malam Puncak & Peuting Munggaran” Hari Jadi Tatar Sunda di Gedung Sate, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.(Red)