JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pemain streetball dunia Matt Kiatipis atau yang dikenal dengan nama MK akan meramaikan rangkaian kegiatan King of Ballers di Jakarta dan Tangerang, 2-3 Oktober 2026.
Kedatangan Kiatipis menjadi bagian dari agenda MK Indonesia Tour 2026. Pemain berusia 26 tahun tersebut dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari interaksi bersama komunitas, coaching clinic, hingga tantangan pertandingan satu lawan satu atau 1v1 melawan pemain Indonesia.
Pendiri King of Ballers, Rico Lubis, mengatakan kehadiran Kiatipis menjadi momentum untuk mempertemukan pemain streetball internasional dengan komunitas dan pebasket Indonesia.
Menurut Rico, kunjungan tersebut juga menjadi perjalanan pertama Kiatipis ke Indonesia sekaligus salah satu negara Asia yang menjadi tujuan dalam rangkaian turnya.
“Dia (MK) adalah pemain streetball terbaik saat ini dan usianya masih muda (26 tahun), telah banyak menginspirasi anak muda di seluruh dunia, makanya kami menghadirkan dia ke Indonesia,” kata Rico dalam konferensi pers persiapan kegiatan di Jakarta, Kamis.
Rangkaian MK Indonesia Tour 2026 akan dimulai melalui agenda “Crash The Court” pada Jumat (2/10). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di YPK Court, Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Dalam agenda itu, Kiatipis bersama 100 Pounds, Miroslav, dan Rico akan hadir secara langsung untuk berinteraksi dengan komunitas bola basket.
Konsep kegiatan tersebut dirancang sebagai pertemuan langsung dengan komunitas. Penyelenggara belum mengumumkan waktu pelaksanaan secara pasti karena masih mempertimbangkan potensi kepadatan peserta serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Setelah kegiatan di Jakarta, rangkaian MK Indonesia Tour 2026 berlanjut pada Sabtu (3/10). Kiatipis dan tim akan memimpin coaching clinic di Dreamland Sports Arena, Bintaro, Tangerang Selatan.
Coaching clinic tersebut berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB dan diikuti 50 peserta berusia 13-15 tahun atau setara siswa SMP.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman dari pemain streetball internasional. Sejumlah atlet yang menjadi bagian dari sponsor Kanky juga akan terlibat dalam agenda tersebut.
Mereka adalah Yesaya Saudale, Hendrik Xavi Yonga, Erick Ibrahim Junior, dan Ali Bagir.
Penyelenggara juga memberikan ruang bagi anak-anak dari kalangan kurang beruntung untuk mengikuti kegiatan. Sekitar 10 anak dari sebuah panti asuhan yang memiliki minat terhadap bola basket diundang untuk bergabung.
Mereka akan mengikuti coaching clinic bersama 40 peserta lainnya yang berasal dari masyarakat umum.
“Terus nanti berlanjut pada Sabtu (3/10) malam di Dewa United Arena, Tangerang, Banten, melalui kompetisi satu lawan satu (1v1) yang diikuti sekitar 24 peserta,” ujar Rico.
Kompetisi 1v1 tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan Kiatipis ke Indonesia. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dalam dunia bola basket, mulai dari pebasket profesional, mantan pemain liga nasional, pemain streetball nasional, hingga konten kreator basket.
Sejumlah nama yang dijadwalkan ambil bagian di antaranya Kelly Purwanto, Kevin Moses Eliazer Poetiray, Maulana Malik Ibrahim Siregar atau Lana Money Man, serta Yerikho Tuasela.
Para peserta akan bersaing dalam format pertandingan satu lawan satu dengan hadiah utama senilai Rp30 juta.
Selain menyaksikan kompetisi, penonton juga akan mendapatkan kesempatan melihat langsung kemampuan Kiatipis di lapangan. Pemain streetball tersebut dijadwalkan membuka tantangan 1v1 bagi pemain Indonesia yang ingin berhadapan dengannya.
Kehadiran Kiatipis diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi komunitas basket Indonesia. Format streetball yang mengandalkan kreativitas, kemampuan individu, dan permainan satu lawan satu menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Bagi peserta coaching clinic, kesempatan berinteraksi langsung dengan pemain streetball internasional juga dapat menjadi ruang untuk mempelajari teknik sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding di luar pola permainan bola basket konvensional.
Rangkaian kegiatan di Indonesia akan berakhir setelah agenda terbatas pada Minggu (4/10). Setelah itu, Kiatipis dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Singapura untuk mengikuti agenda berikutnya dalam rangkaian turnya.
Melalui MK Indonesia Tour 2026, King of Ballers mempertemukan komunitas streetball dan bola basket Indonesia dengan pemain internasional. Agenda tersebut mencakup interaksi komunitas, pembinaan pemain muda, serta kompetisi 1v1 yang mempertemukan berbagai latar belakang pemain.
Rangkaian kegiatan di Jakarta dan Tangerang juga menjadi kesempatan bagi penggemar bola basket untuk melihat lebih dekat sosok Kiatipis sekaligus mengikuti aktivitas yang melibatkan komunitas dan pemain lokal. (09/AGF).










