JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 50 siswa dan 10 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang mekanik dan otomotif di Pulau Lombok mendapat kesempatan mengenal langsung industri balap motor internasional melalui program MANDIRI Students Go to Paddock dalam rangka Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/10/2026), tersebut memberikan pengalaman belajar di lingkungan kerja tim balap profesional. Program ini sekaligus membuka wawasan pelajar mengenai peluang karier di industri olahraga atau sports industry, khususnya sektor motorsport.
Melalui kunjungan ke area paddock, para siswa dapat melihat lebih dekat aktivitas di balik penyelenggaraan MotoGP. Paddock merupakan kawasan penting tempat tim balap menyiapkan motor, perangkat teknis, serta berbagai kebutuhan sebelum pembalap turun ke lintasan.
Bagi siswa yang menekuni bidang otomotif, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya dalam industri balap profesional. Mereka juga diperkenalkan pada beragam profesi yang mendukung motorsport, mulai dari teknisi dan mekanik hingga bidang operasional, komunikasi, serta manajemen penyelenggaraan balapan.
Program MANDIRI Students Go to Paddock dirancang untuk memperkenalkan potensi industri motorsport kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa industri olahraga tidak hanya membutuhkan atlet, tetapi turut membuka peluang bagi tenaga profesional dengan keterampilan teknis dan keahlian pendukung lainnya.
Para peserta dipilih melalui kompetisi video Reels bertema “My Dream as a Future Motorsport Technician”. Melalui kompetisi tersebut, siswa mendapat ruang untuk mengekspresikan ketertarikan terhadap dunia otomotif, menunjukkan kreativitas, serta menyampaikan cita-cita menjadi teknisi motorsport pada masa depan.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport Indonesia yang berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda.
“Melalui MANDIRI Students Go to Paddock, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelajar untuk belajar langsung dari tim balap profesional internasional. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada sekolah dan komunitas, sekaligus menginspirasi mereka untuk percaya diri mengejar cita-cita dan berkontribusi bagi perkembangan industri motorsport Indonesia,” ujar Troy.
Selama kegiatan, peserta mengikuti sejumlah sesi pengenalan teknis. Mereka memperoleh penjelasan mengenai teknologi ban balap MotoGP dari tim Michelin di area workshop. Para siswa juga diperkenalkan pada motor balap profesional serta aspek teknik bersama tim Idemitsu Moto4 Asia.
Kesempatan tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya ketelitian, penguasaan teknologi, dan pemahaman teknis dalam mendukung performa kendaraan balap. Para siswa bahkan berkesempatan duduk di atas motor balap sehingga dapat merasakan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran rutin di sekolah.
Selain aspek teknik, peserta mempelajari sisi lain penyelenggaraan olahraga profesional. Melalui penjelasan tim MotoGP Sports Entertainment Group, mereka diperkenalkan pada area dan aktivitas konferensi pers pembalap serta peran komunikasi dalam membangun hubungan antara atlet, penyelenggara, media, dan penggemar.
Para siswa kemudian mengunjungi podium, lokasi para pembalap menerima penghargaan setelah meraih hasil terbaik di lintasan. Mereka juga mendapat kesempatan bertemu dan berfoto bersama pembalap Idemitsu Moto4 Asia di tenda workshop serta pembalap Moto3, Matteo Bertelle, di MANDIRI Paddock Cafe.
Interaksi tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperluas pemahaman pelajar mengenai lingkungan kerja motorsport. Pengalaman bertemu langsung dengan orang-orang yang terlibat dalam kompetisi internasional juga dapat mendorong mereka untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi peluang karier di masa depan.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan edukatif yang menghubungkan generasi muda dengan potensi industri olahraga dan pariwisata.
MANDIRI Students Go to Paddock juga merupakan bagian dari SOLAH MANDALIKA (Sustainability Orientation with Local Hospitality of The Mandalika), program keberlanjutan ITDC Group yang mendorong inklusivitas serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui keterlibatan generasi muda dalam ekosistem pariwisata dan motorsport.
Rangkaian edukasi dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sebelumnya menghadirkan program Riders Go to School di SD Negeri 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026). Lima pembalap Moto2 dan Moto3, yakni Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, Manuel Gonzalez, Luca Lunetta, dan David Almansa, hadir untuk berbagi pengalaman serta memperkenalkan dunia balap kepada para siswa.
Dua kegiatan tersebut menunjukkan upaya menghadirkan pengalaman olahraga internasional yang juga memberikan nilai edukasi bagi masyarakat setempat.
Jika Riders Go to School memperkenalkan dunia balap kepada siswa sekolah dasar, Students Go to Paddock memberikan gambaran lebih spesifik mengenai peluang profesi bagi pelajar SMK yang memiliki latar belakang otomotif.
Melalui program ini, Mandalika diharapkan tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah balapan internasional, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Pengalaman di paddock diharapkan menumbuhkan keyakinan siswa SMK di Lombok bahwa pengetahuan, keterampilan, dan minat yang mereka kembangkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam industri motorsport Indonesia. (AGF/09).











