JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menekankan pentingnya karakter patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Wirasena Youth Camp 2026. Program ini diharapkan menjadi wadah pembentukan kepemimpinan, penguatan persatuan, serta pengembangan gagasan pemuda untuk mendukung pembangunan di daerah dan tingkat nasional.
Pesan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, saat menyambut 157 peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Tsamara menyampaikan salam dan apresiasi dari Menpora Erick Thohir yang belum dapat hadir secara langsung karena tengah berada di Jepang untuk memberikan dukungan kepada kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Para Games 2026.
Tsamara mengingatkan para peserta bahwa kesempatan mengikuti Wirasena Youth Camp merupakan momentum penting untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga dan daerah asal masing-masing.
“Teman-teman semua adalah pemuda-pemuda terbaik dari daerah masing-masing. Dalam proses Youth Camp ini, bawalah kebanggaan daerah dan keluarga, serta tunjukkan bahwa teman-teman adalah pemuda-pemuda pilihan,” pesannya.
Menurut Tsamara, pertemuan pemuda dari berbagai provinsi tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga kesempatan untuk membangun hubungan lintas daerah, bertukar gagasan, dan memperkuat semangat kebangsaan.
Ia menilai keberagaman latar belakang peserta merupakan kekuatan yang dapat mempererat persatuan Indonesia. Melalui interaksi dan kolaborasi, para peserta diharapkan mampu membangun pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan dan potensi di berbagai daerah.
“Di sinilah tempat kita semua menyatu dari Sabang sampai Merauke menjadi Republik Indonesia. Jadi satu,” ujarnya.
Selain memperkuat persatuan, Kemenpora mendorong peserta Wirasena Youth Camp 2026 agar memiliki kepercayaan diri dalam mengembangkan potensi serta berani mengambil peran di tengah masyarakat.
Tsamara mengingatkan bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar. Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Jangan hanya percaya pada kemampuan orang, tetapi teman-teman sendiri harus percaya pada kemampuan diri. Jangan meragukan diri karena setiap langkah yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki dampak,” tuturnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan inovasi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pemuda, gagasan serta keresahan generasi muda diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi inisiatif yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa.
Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan pemuda bukan hanya sebagai penerima manfaat program pemerintah, melainkan sebagai mitra strategis dalam menciptakan perubahan sosial.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Hendro Wicaksono, menegaskan bahwa Wirasena Youth Camp 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, mengembangkan kepemimpinan, dan memperkuat kemampuan bekerja sama.
Menurut Hendro, generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena dibekali energi, kreativitas, serta keberanian untuk menghadirkan perubahan. Namun, potensi tersebut perlu disertai karakter yang kuat dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menyebut tiga nilai utama yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Karakter patriotik diharapkan mendorong pemuda mengutamakan pengabdian kepada bangsa dan negara. Sikap gigih diperlukan agar mereka mampu menghadapi tantangan dan terus berusaha mencapai tujuan, sedangkan empati menjadi landasan untuk memahami kebutuhan serta persoalan yang dihadapi orang lain.
“Ada tiga karakter utama yang menjadi penekanan dalam pelaksanaan Wirasena Youth Camp 2026. Pertama patriotik, kedua gigih dan ketiga berempati. Ketiga karakter tersebut diharapkan tumbuh selama pelaksanaan kegiatan dan menjadi bekal bagi peserta untuk tampil sebagai contoh, pionir, serta pelopor perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Hendro berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi selama kegiatan berlangsung. Para peserta diharapkan mampu menerapkannya ketika kembali ke daerah masing-masing, baik melalui kegiatan sosial, pengembangan komunitas, maupun berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, Wirasena Youth Camp dapat menjadi salah satu upaya untuk mengenali dan mengembangkan talenta muda potensial yang memiliki kepemimpinan, integritas, serta kepedulian sosial.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, turut menyambut para peserta dengan mengajak mereka memanfaatkan pengalaman selama berada di Jakarta untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring.
Ia mengatakan, keberagaman Jakarta dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda dari berbagai daerah untuk mengenal perspektif baru, bertukar pengalaman, serta menemukan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan setelah kembali ke daerah asal.
“Jakarta adalah kota kolaborasi, kota yang penuh keberagaman, dan rumah bagi semua generasi muda yang ingin terus tumbuh, bersemangat, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Ali berharap pengalaman selama mengikuti kegiatan dapat melahirkan berbagai inisiatif positif yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati setiap 28 Oktober. Nilai persatuan perlu diwujudkan secara berkelanjutan melalui kerja sama, kreativitas, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan.
“Jadilah generasi muda yang tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam menciptakannya,” pungkasnya.
Melalui Wirasena Youth Camp 2026, Kemenpora berharap para peserta dapat memperkuat karakter, memperluas jejaring antardaerah, serta mengembangkan gagasan yang berdampak nyata. Semangat patriotisme, kegigihan, dan empati diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat masa depan Indonesia. (AGF/04)











