LOMBOK BARAT-NTB|SUDUTPANDANG.ID – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, meminta RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) mengutamakan kebutuhan medis pasien dan mempercepat pelayanan, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. Persoalan administrasi diminta tidak menjadi penghambat pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis dan ketentuan yang berlaku.
Hal itu disampaikan Wabup Nurul Adha saat memimpin apel pagi di halaman RSUD Tripat, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (26/10/2026).
Apel tersebut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Lombok Barat, Direktur RSUD Tripat dan jajaran rumah sakit.
Nurul meminta manajemen rumah sakit mengevaluasi pelayanan menyusul pemeriksaan Ombudsman dan berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan keramahan petugas, kecepatan pelayanan, serta kendala administrasi BPJS.
“Rumah sakit merupakan salah satu wajah Lombok Barat. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, nyaman, dan cepat. Jangan sampai masyarakat merasa takut atau ragu datang ke rumah sakit karena persoalan administrasi,” ujarnya.
Ia meminta manajemen menyiapkan mekanisme untuk membantu pasien mengatasi kendala administrasi BPJS, termasuk yang berkaitan dengan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Universal Health Coverage (UHC), sesuai ketentuan yang berlaku.
“Utamakan pelayanan terlebih dahulu sesuai kebutuhan medis pasien. Masyarakat harus merasa aman dan yakin bahwa ketika datang ke rumah sakit, mereka akan mendapatkan pelayanan yang baik. Persoalan administrasi harus dicarikan solusi melalui mekanisme yang jelas,” katanya.
Selain itu, Nurul meminta alur pelayanan yang panjang dan menyulitkan masyarakat disederhanakan.
Wabup Lombok Barat juga mengingatkan petugas agar menjaga keramahan, menggunakan komunikasi yang santun, dan membantu pasien selama proses pelayanan.
“Kita harus memperbaiki sistem yang masih menyulitkan masyarakat. Jalur pelayanan yang terlalu panjang perlu diperpendek agar prosesnya lebih cepat dan mudah,” tuturnya.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan dan memilih berobat ke tempat lain karena merasa tidak nyaman dengan pelayanan kita,” sambungnya.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Tripat juga diminta mengoptimalkan pengelolaan operasional untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan pegawai sesuai ketentuan.
“Seluruh jajaran rumah sakit harus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan,” ajaknya.(Ilham/01)











