NIAS BARAT, SUDUTPANDANG.ID – Masyarakat mengharapkan penyelesaian pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Lahomi dan Ulumoro’o.
Pembangunan jembatan yang diperkirakan menyerap anggaran kurang lebih Rp2 miliar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini, namun tak kunjung berfungsi.
Menurut informasi dari masyarakat pembangunan abutment dan sayap jembatan ini sangat kokoh.
“Jembatan ini sangat kokoh pembangunan abutmennya, dan kita kurang tahu entah apa penyebab sehingga tak bisa disebut jembatan,” ujar Y. Daeli, tokoh masyarakat setempat, Jumat (13/5/2022).
“Pembangunan jembatan ini pada tahun 2019 sampai 2020 dengan besar anggaran Rp 2 milir dari BPBD,” jelasnya.
Dirinya mengharapkan para wakil rakyat di Kabupaten Nias Barat sebagai menyambung lidah menyampaikan penyelesaian pembangunan jembatan ini.
“Kita berharap kepada DPRD untuk menyampaikan aspirasi kami supaya jembatan ini bisa disebut sebagai jembatan untuk difungsikan, karena jembatan ini satu-satunya akses jalan jika masyarakat ke Pasar Lawelu dan juga akses jalan anak sekolah,” harapnya.
Selain persoalan jembatan, ia juga mengungkapkan soal jalan di wilayah Desa Lolowa’u yang belum tersentuh setelah pemekaran Kabupaten Nias Barat
“Jalan di desa kami ini dibangun pada saat kita masih Kabupaten Nias, setelah mekar jalan ini belum pernah tersentuh dengan pembangunan jalan,” ujarnya
Hingga berita ini ditayangkan, para awak media masih mencoba menghubungi instansi terkait dan Anggota DPRD Kabupaten Nias Barat untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut.(Y@83)









