Kisah Kanibal Asal Jepang yang Makan Teman Sendiri Mentah-mentah

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Nama Issei Sagawa merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di Jepang. Sebab dengan sadis Issei membunuh dan memakan mentah-mentah bagian tubuh temannya sendiri..

Dilansir Japantoday, pada bulan Juni 1981 lalu ketika Issei sedang belajar sastra di Akademi Sorbonne di Paris, polisi Prancis harus menangkapnya atas pembunuhan Renee Hartevelt yang merupakan seorang mahasiswa Belanda berusia 25 tahun.

Saat itu, Issei mengaku memakan bagian tubuh rekannya itu. Sebagian dimakan mentah dan sebagian dimasak dengan bumbu di penggorengan.

Pengadilan Prancis akhirnya dibujuk untuk tidak menuntut Issei atas pembunuhan tersebut karena kondisi mentalnya yang lemah. Kemudian pada tahun 1984 Issei diizinkan untuk kembali ke Jepang.

BACA JUGA  Bupati Sidoarjo Tindaklanjuti Laporan RTLH Desa Kepunten

Pada November 2013, Issei mengalami pendarahan otak dan membutuhkan bantuan, yang diberikan oleh adiknya. Situasi itu membuat Issei tersentuh dan membeberkan kisah kelamnya.

Issei mencerktakan Cara membunuh Korbannya

Issei mengungkapkan pertama kali berkenalan dengan Renee di Paris pada Mei 1981. Pada 1 Juni, dia mengundangnya ke apartemen di mana dia menyajikan makanan sukiyaki.dan akhirnya pembunuhan itu terjadi di tempat yang sama 10 hari kemudian.

“Ketika saya memikirkan kembali betapa lembutnya Renee, saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya melakukan apa yang saya lakukan, dan perasaan pahit saya tidak ada habisnya,” kata Issei dalam sebuah wawancara.

“Tapi aku ingin memakannya. Itu tidak berarti aku ingin membunuhnya, tapi aku menyadari bahwa untuk memakannya, aku harus membunuhnya.”

BACA JUGA  Luna Maya dan Maxime Bouttier Mulai Go Public

Jadi Kanibal Karena Dongeng Masa Kecil

Issei telah memendam keinginan kejinya sejak kecil, di mana dia belajar tentang kanibalisme dari dongeng. Saat ia menyadari keinginannya untuk mengkonsumsi daging manusia. Issei tidak pernah berkonsultasi dengan psikiater.

Pada tahun 1972, sebelum pergi belajar di Paris, Issei didakwa dengan percobaan pemerkosaan karena membobol apartemen seorang wanita Jerman di Tokyo. Namun, motifnya bukanlah seks.

“Jika saya menjalani terapi sejak saat itu, saya kira insiden di Paris mungkin tidak akan terjadi,” kata Issei.

Selain itu, obsesi Issei terhadap kanibalisme juga dipengaruhi oleh kenangan masa kecilnya saat bermain dengan pamannya. Saat itu, mereka bermain raksasa yang memakan daging manusia. Inilah yang menjadi awal mula obsesi keji tersebut. (06)

Tinggalkan Balasan