BOGOR-JABAR|SUDUT PANDANG.ID –Pencarian aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Bayu Zulkarnaen (36), yang diduga jatuh ke Sungai Cisadane belum membuahkan hasil setelah memasuki hari keenam, Selasa (18/8/2026). Tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah titik untuk menemukan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko Prahadi Sasongko mengatakan, hingga hari keenam pencarian belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Bayu.
“Belum ditemukan, belum ada tanda-tanda (keberadaan korban). Teman-teman SAR hari ini masih melakukan upaya, masih proses pencarian,” kata Dimas.
Tim SAR memperluas area pencarian dari lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh hingga Bendung Empang, sekitar 4,5 kilometer dari lokasi awal.
Selain penyisiran di sepanjang aliran sungai, petugas juga melakukan penyelaman di bawah Jembatan Cisadane, Gang Amil, Cipaku, Bogor Selatan. Lokasi tersebut menjadi titik awal pencarian setelah sepeda motor milik Bayu ditemukan di atas jembatan.
“Hari ini teman-teman masih lakukan penyelaman, kemudian ada juga yang melakukan penyisiran sampai dengan ke Bendung Empang,” ujar Dimas.
Penyelaman masih difokuskan di bawah jembatan karena lokasi tersebut diduga menjadi tempat Bayu terjatuh. Namun, dari sejumlah penyelaman yang telah dilakukan, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pencarian Sesuai Prosedur SAR
Dimas mengatakan, pencarian akan dimaksimalkan hingga hari ketujuh sesuai prosedur operasi SAR. Tim gabungan selanjutnya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya jika korban belum ditemukan.
“Jadi untuk update pencarian sampai hari keenam seperti itu. Mungkin nanti kita evaluasi kembali menjelang H-1 pencarian sesuai SOP, kan sesuai SOP itu tujuh hari pencarian,” katanya.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sebelumnya meninjau langsung proses pencarian. Ia memastikan tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya menemukan ASN Pemkot Bogor tersebut.
Menurut Dedie, kemungkinan korban terbawa arus cukup kecil karena debit Sungai Cisadane relatif rendah. Selain itu, terdapat sejumlah jaring di kawasan hilir.
“Sementara kecil kalau hanyut, karena cuaca kan musim kemarau, debit air juga relatif rendah. Makanya kita coba konsentrasi dulu di sini. Jadi kita maksimalkan dulu di sini, kalau hari ini belum ketemu, kita coba strategi operasinya kita geser ke arah hilir,” ujar Dedie, Minggu (16/8/2026).
Motor Ditemukan di Atas Jembatan
Bayu diduga jatuh ke Sungai Cisadane pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB saat dalam perjalanan pulang setelah bekerja.
Bayu diketahui merupakan ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Pemkot Bogor.
Jembatan yang dilaluinya merupakan jalur sepeda motor yang biasa digunakan untuk perjalanan sehari-hari dan memiliki turunan cukup curam.
Setelah kejadian, sepeda motor Bayu ditemukan tergeletak di atas jembatan. Sementara helm dan tas miliknya ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh.
“Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh,” ungkap Dimas.(red)










