KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Anggota DPRD Kota Kediri Dody Yustiawan menggelar Sosialisasi Produk Hukum (SPH) di Gedung Serba Guna Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Aditya Bagus Prawicaksono dan ratusan peserta itu membahas sejumlah persoalan terkait pendidikan gratis, bantuan bagi siswa kurang mampu, hingga upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Dody menegaskan pendidikan merupakan hak masyarakat yang harus dapat diakses secara gratis.
“Prinsip dasarnya, pendidikan di masyarakat itu gratis dan benar-benar gratis,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Ia meminta masyarakat memahami program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurutnya, pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara tepat agar siswa yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat.
Selain akses pendidikan, Dody menilai perhatian terhadap kesejahteraan guru juga penting karena kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran tenaga pendidik.
Dalam kesempatan itu, Dody juga menanggapi dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SDN Kampung Dalem 3 dan 4 serta SDN Kaliombo, Kota Kediri, Kamis (17/9/2026).
Diketahui, peristiwa tersebut berdampak pada 37 anak, dengan 10 di antaranya mendapat perawatan medis di RSUD Gambiran.
Dody meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat pengawasan dan memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi ketentuan.
“MBG itu adalah program pemerintah dan itu memang sudah berjalan dan harus berjalan. Saya berharap bagi pengusaha SPPG, tolong jaga kualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya kepada media.
Ia juga meminta makanan yang disajikan dipastikan aman agar tidak menimbulkan persoalan bagi siswa.
“Pastikan itu tidak menjadi permasalahan bagi putra-putri kita yang sedang sekolah. Karena saya yakin betul di sekolah tersebut juga ada putra-putri kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Aditya Bagus Prawicaksono mengatakan, materi yang disampaikan saat kegiatan adalah program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, termasuk upaya mencegah bullying di lingkungan sekolah.
“Kami berfokus juga pada salah satunya menghentikan masalah kasus bullying yang ada di sekolah-sekolah,” katanya.
Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan Kota Kediri juga membentuk satgas anti-bullying di sekolah untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan jika terdapat siswa yang menjadi korban.
“Karena itu, pendampingan terus dilakukan agar siswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar berperan aktif dalam membentuk karakter anak saat berada diluar lingkungan sekolah.
“Pendidikan utama adalah pendidikan yang ada di rumah, dimana orang tua sangat berperan penuh terhadap pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Terkait peristiwa keracunan MBG, Aditya mengatakan pihaknya terus memantau kondisi siswa dan berkoordinasi dengan Pemkot Kediri serta pihak dapur SPPG.
“Kami sudah memantau terus perkembangan siswa dan pihak dapur SPPG telah bertanggung jawab penuh atas penanganan siswa, termasuk biaya perawatan. Dan kini seluruh siswa telah kembali ke rumah dan tinggal menjalani kontrol rumah sakit,” tegasnya.
Meski demikian, Aditya meminta pengelola SPPG memperketat pengawasan terhadap makanan, mulai dari kualitas, kebersihan hingga pemeriksaan sebelum makanan disajikan kepada siswa.
“Terus dijaga kualitasnya, dijaga kebersihannya, dicek kembali makanan yang akan disajikan kepada siswa,” pungkasnya. (CN)



