BINTUHAN, SUDUTPANDANG.ID –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur resmi membuka Festival Gurita 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-23 Kabupaten Kaur di Lapangan Merdeka Bintuhan, Jumat (22/5/2026).
Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi dan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Bupati Seluma, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Gusril menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung pelaksanaan festival tahunan tersebut.
Menurutnya, Festival Gurita tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kaur.
“Festival Gurita merupakan bagian dari identitas daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan bersama. Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi Kaur lebih luas,” ujar Gusril.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan seluruh rangkaian kegiatan festival yang digelar selama perayaan HUT Kabupaten Kaur.
Pada kesempatan itu, Gusril memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah. Beberapa di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat, penyelesaian persoalan kelistrikan, penyaluran bantuan bibit sawit gratis, serta penegakan aturan terkait ternak.
Menurut dia, berbagai program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kabupaten Kaur terus bergerak maju dan tidak lagi dipandang sebagai daerah tertinggal,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur Juli Sarti mengatakan, Festival Gurita 2026 mengusung tema “Sambal Langat Gurita Kaur untuk Nusantara”.
Tema tersebut dipilih untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas daerah agar semakin dikenal masyarakat luas.
Festival Gurita 2026 juga menghadirkan berbagai hiburan dan kegiatan budaya. Sejumlah artis turut memeriahkan acara, di antaranya Ressa Herlambang, Dinda Alamanda, Kharisma KDI, serta penampilan musisi lokal Cholesterol Band.
Selain hiburan, festival juga diramaikan dengan pameran UMKM, lomba lagu daerah, lomba tari kreasi nasional, kompetisi memasak olahan gurita, demo memasak sambal langat, hingga pertunjukan seni dan budaya daerah.(LS/01)










