Rakernas dan Musornaslub KONI 2026 Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Marciano Norman resmi menutup Rakernas dan Musornaslub KONI 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park. (Foto: AGF)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia resmi menutup rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026). Agenda nasional olahraga tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari penyempurnaan AD/ART KONI, penerimaan anggota baru, hingga penetapan Banten-Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menutup secara resmi kegiatan yang dihadiri pengurus KONI provinsi, cabang olahraga, serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga nasional.

Dalam sambutannya, Marciano menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rakernas dan Musornaslub karena seluruh agenda berjalan lancar dan menghasilkan keputusan penting bagi masa depan olahraga Indonesia.

“Alhamdulillah sejak Rakernas dibuka oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, seluruh agenda berjalan dengan baik,” ujar Marciano.

Rakernas KONI 2026 membahas laporan program kerja tahun 2025 sekaligus menyusun rencana program kerja 2026. Pembahasan dilakukan melalui dua komisi utama.

Komisi A membahas bidang organisasi, hukum, kerja sama dalam dan luar negeri, badan audit internal, penelitian dan pengembangan, media, serta hubungan masyarakat. Sementara Komisi B membahas pembinaan prestasi, sport science, kesehatan olahraga, perencanaan, keuangan, hingga intelijen olahraga.

BACA JUGA  Kalahkan Augsburg 3-0, Borussia Dortmund Kembali Pimpin Liga Jerman
Rakernas dan Musornaslub KONI 2026 menghasilkan sejumlah keputusan penting, mulai dari pengesahan AD/ART baru, penerimaan PB ORADO sebagai anggota ke-82 KONI, hingga penetapan Banten-Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032. (Foto: AGF)

Salah satu keputusan penting Rakernas adalah diterimanya Federasi Olahraga Domino Indonesia atau PB ORADO sebagai anggota baru KONI Pusat ke-82. Penyerahan pataka organisasi dilakukan secara simbolis sebelum penutupan acara.

Selain itu, Musornaslub KONI 2026 juga mengesahkan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI 2020. Perubahan tersebut mencakup sejumlah poin strategis terkait tata kelola organisasi olahraga nasional.

Dalam AD/ART terbaru, KONI diberi kewenangan memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait penentuan atlet yang akan mengikuti ajang olahraga internasional. KONI juga menetapkan kode etik organisasi sebagai norma moral dalam menjalankan roda organisasi.

Perubahan lain yang menjadi perhatian adalah ketentuan masa jabatan pimpinan organisasi olahraga. Ketua umum organisasi olahraga di tingkat pusat maupun daerah kini dapat dipilih kembali lebih dari dua periode apabila memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan aklamasi dari seluruh anggota.

Aturan mengenai rangkap jabatan juga diperjelas. Ketua umum, sekretaris, dan bendahara organisasi tidak diperbolehkan merangkap jabatan pada organisasi olahraga lain, baik secara horizontal maupun vertikal. Sementara pengurus di luar unsur tersebut masih diperkenankan menduduki satu jabatan tambahan di organisasi olahraga lain.

BACA JUGA  Ketum KONI Pusat Tinjau Latihan Atlet Silat dan Renang Babel

Rakernas juga menetapkan penambahan agenda multievent nasional selain PON utama. Ke depan, KONI akan menyelenggarakan PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja sebagai bagian dari penguatan pembinaan atlet nasional.

Tak hanya itu, struktur organisasi KONI kini memiliki bidang baru bernama Intelijen Olahraga. Bidang ini dibentuk untuk memperkuat pengumpulan informasi, pemetaan prestasi, serta pengembangan strategi pembinaan olahraga nasional berbasis data.

Pada agenda Musornaslub, peserta juga menyepakati penetapan Provinsi Banten dan Lampung sebagai tuan rumah bersama PON XXIII tahun 2032.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan calon tuan rumah PON XXIII/2032, Suwarno, menjelaskan hasil visitasi yang dilakukan terhadap kedua provinsi tersebut.

Menurutnya, Banten memenuhi sekitar 89 persen syarat sebagai tuan rumah berdasarkan kesiapan venue, hotel, hingga fasilitas kesehatan. Sementara Lampung dinilai memenuhi sekitar 76 persen kriteria, dengan catatan masih perlu penyempurnaan pada venue atletik.

“Kami tidak ragu Banten dan Lampung mampu menyelenggarakan PON XXIII/2032,” kata Suwarno.

Ia optimistis waktu enam tahun yang tersisa dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyempurnakan seluruh persiapan infrastruktur maupun fasilitas pendukung lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Marciano juga meluncurkan sistem database atlet nasional bernama “Megaku: Digital Sport Ecosystem”. Platform digital tersebut dikembangkan oleh bidang Pusat Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pulahta) KONI Pusat.

BACA JUGA  Kemenpora–Kemenkes Matangkan Kolaborasi Sport Medicine untuk Atlet Nasional

Menurut Marciano, keberadaan database atlet sangat penting untuk mendukung pembinaan olahraga modern berbasis data dan teknologi.

“Kita membutuhkan data atlet yang menjelaskan perjalanan mereka sejak akar rumput hingga menjadi atlet elite Indonesia,” ujarnya.

Marciano menegaskan bahwa fokus utama KONI saat ini adalah persiapan menuju PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat yang telah memasuki tahap finalisasi.

Ia berharap sinergi antara KONI, pemerintah, cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat demi meningkatkan kualitas pembinaan olahraga nasional.

“Kami berharap seluruh agenda yang telah diputuskan dapat memperkuat pembinaan olahraga Indonesia dan melahirkan prestasi atlet yang semakin membanggakan di tingkat dunia,” tutup Marciano. (09/AGF).