Tour de Bintan Jalan Pintas Menuju Asian Games

Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 resmi kembali digelar dengan status baru sebagai balapan kategori 1.2 point race dari Union Cycliste Internationale. (Foto: ist/sp)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 resmi kembali digelar setelah sempat vakum sejak 2022. Kembalinya event tersebut membawa angin segar bagi pembalap Indonesia karena kini telah masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori 1.2 point race.

Status baru tersebut membuka peluang besar bagi atlet sepeda Indonesia untuk mengumpulkan poin ranking dunia tanpa harus mengikuti kejuaraan di luar negeri. Selain itu, Tour de Bintan 2026 juga diproyeksikan menjadi ajang pemanasan penting menuju Asian Games 2026.

Tour de Bintan dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di wilayah Kepulauan Riau. Jadwal tersebut berdekatan dengan pelaksanaan Asian Games 2026 yang akan digelar pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Jepang.

Koordinator Utama Event, Raja Azmizal Usman, mengatakan status UCI 1.2 point race menjadi salah satu peningkatan terbesar dalam penyelenggaraan tahun ini.

Menurutnya, kehadiran Tour de Bintan dalam kalender resmi UCI akan memberi keuntungan bagi atlet nasional untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan peringkat internasional mereka menjelang agenda olahraga besar Asia.

“Kami bekerja sama dengan ICF. Atlet yang ingin mencoba kemampuan karena ada event internasional setelah Agustus bisa menjajal Tour de Bintan sebagai wadah latihan,” ujar Raja dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

BACA JUGA  Timnas Hockey Putri Bungkam Sri Lanka 3-1, Lolos ke Asian Games 2026

Ia menegaskan panitia membuka kesempatan luas bagi atlet nasional, termasuk pembalap yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional, untuk ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Selain atlet Indonesia, Tour de Bintan 2026 juga akan diikuti pembalap dari berbagai negara, khususnya kawasan Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia.

“Pasti atlet nasional bisa ikut serta. Kami sangat menyambut kalau atlet-atlet Indonesia mau berpartisipasi,” katanya.

Dengan meningkatnya level kompetisi, Tour de Bintan 2026 diprediksi akan menghadirkan persaingan lebih ketat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Para pembalap tidak hanya memburu gelar juara, tetapi juga poin penting untuk memperbaiki posisi di ranking dunia UCI.

Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena atlet dapat mengumpulkan poin internasional di kandang sendiri. Hal itu diyakini mampu menghemat biaya kompetisi luar negeri sekaligus meningkatkan jam terbang atlet nasional menghadapi lawan internasional.

Selain peningkatan status kompetisi, penyelenggara juga memperkenalkan identitas visual baru sebagai bagian dari transformasi Tour de Bintan setelah beberapa tahun tidak digelar.

Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan sekaligus pembaruan konsep ajang balap sepeda tersebut.

BACA JUGA  Keluarga Besar Persib Berduka

“Tahun 2026 menandai transformasi Tour de Bintan,” ujar Abdul Wahab.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi visual dan branding, tetapi juga peningkatan kualitas penyelenggaraan yang kini mengacu penuh pada standar internasional UCI.

Panitia memastikan seluruh aspek keselamatan balapan akan dipersiapkan secara maksimal. Sejumlah perangkat pendukung seperti safety manager, tenaga medis, hingga sistem pengamanan lintasan akan disiapkan sesuai regulasi internasional.

Langkah itu dilakukan demi menjamin keamanan seluruh peserta selama mengikuti perlombaan di berbagai rute yang telah disiapkan panitia.

Tour de Bintan 2026 sendiri menargetkan keikutsertaan sekitar 700 peserta dari dalam dan luar negeri. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme komunitas balap sepeda terhadap kembalinya salah satu event balap sepeda terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam penyelenggaraannya, panitia akan mempertandingkan lima kategori utama yang dapat diikuti pembalap profesional maupun amatir.

Kategori tersebut meliputi Gran Fondo Classic sejauh 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, serta Individual Time Trial (ITT) sejauh 17 kilometer.

BACA JUGA  KONI Lantik Pengurus Baru Porserosi, Bidik Asian Games 2026

Beragam kategori tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta dengan tingkat kemampuan berbeda, mulai dari atlet elite hingga pecinta olahraga sepeda rekreasional.

Kembalinya Tour de Bintan juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kehadiran ratusan peserta dan wisatawan mancanegara diperkirakan mampu meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lokal di Kepulauan Riau.

Pemerintah daerah dan penyelenggara optimistis Tour de Bintan dapat kembali menjadi salah satu agenda sport tourism unggulan Indonesia di tingkat internasional.

Dengan status baru sebagai ajang UCI 1.2 point race, Tour de Bintan 2026 diharapkan bukan hanya menjadi perlombaan balap sepeda biasa, tetapi juga panggung penting bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi menuju Asian Games dan kompetisi dunia lainnya. (09/AGF).