JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Federasi Panjat Tebing Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid bersama dua atlet andalan Indonesia, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, menerima penghargaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam agenda Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar cabang olahraga panjat tebing Indonesia yang terus mengharumkan nama bangsa di level internasional, termasuk pencapaian bersejarah pada Olimpiade Paris 2024.
Yenny Wahid menerima penghargaan dalam kategori Pimpinan Cabang Olahraga Berprestasi. Penghargaan itu diberikan berkat keberhasilannya memimpin organisasi dengan sistem pembinaan atlet yang dinilai konsisten dan berkelanjutan hingga mampu melahirkan atlet kelas dunia.
Dalam keterangannya, Yenny menyebut penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen pembinaan panjat tebing Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang luar biasa. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus PP FPTI, pengprov, pengkab, pengkot hingga klub-klub di seluruh Indonesia karena mereka adalah ujung tombak prestasi yang sebenarnya,” ujar Yenny.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencetak atlet panjat tebing berprestasi dunia tidak bisa dilepaskan dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan konsisten sejak tingkat akar rumput.
Ia menegaskan bahwa klub-klub lokal di berbagai daerah memiliki peran vital dalam proses regenerasi atlet nasional. Dari pembinaan daerah itulah lahir atlet-atlet yang kemudian mampu bersaing dan meraih prestasi di panggung internasional.
“Tanpa konsistensi pembinaan yang dimulai dari klub-klub lokal di daerah, mustahil kami bisa melahirkan atlet-atlet yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi dunia,” katanya.
Penghargaan dari KONI tersebut, lanjut Yenny, akan menjadi motivasi tambahan bagi PP FPTI untuk terus memperkuat sistem pembinaan, memperluas regenerasi atlet, serta meningkatkan kualitas persiapan tim nasional menghadapi agenda internasional mendatang.
Ia menambahkan bahwa tantangan olahraga prestasi semakin besar sehingga diperlukan kolaborasi kuat antara organisasi, pemerintah daerah, pelatih, dan masyarakat olahraga agar prestasi Indonesia tetap terjaga.
Sementara itu, atlet panjat tebing nomor speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo, juga menerima penghargaan kategori atlet berprestasi dari KONI. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Paris 2024.
Keberhasilan Veddriq di Olimpiade menjadi sejarah penting bagi olahraga Indonesia karena mampu mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia di cabang olahraga panjat tebing, khususnya nomor speed.
Prestasi Veddriq sekaligus menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet yang dilakukan PP FPTI selama beberapa tahun terakhir. Atlet asal Kalimantan Barat tersebut sebelumnya juga telah menorehkan sejumlah prestasi dunia dan konsisten menjadi salah satu pemanjat tercepat di dunia.
Selain Veddriq, penghargaan juga diberikan kepada atlet putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Atlet asal Bali itu menerima penghargaan berkat sederet prestasi internasional yang diraihnya dalam beberapa tahun terakhir.
Desak tercatat meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2023 dan Asian Games 2022. Tidak hanya itu, ia juga sukses mencatatkan Rekor Asia tahun 2026 pada disiplin speed putri.
Prestasi Desak semakin memperkuat dominasi Indonesia di nomor speed panjat tebing dunia. Ia dinilai menjadi salah satu atlet masa depan Indonesia yang memiliki peluang besar untuk terus bersaing di level tertinggi internasional.
Penghargaan kepada Yenny Wahid, Veddriq Leonardo, dan Desak Made Rita menjadi bagian dari apresiasi KONI kepada insan olahraga nasional yang dinilai berjasa dalam meningkatkan prestasi Indonesia di pentas dunia.
Piagam penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Marciano Norman.
Dalam momentum Musornaslub KONI 2026, penghargaan itu sekaligus menjadi simbol penguatan komitmen pembinaan olahraga prestasi nasional agar Indonesia semakin kompetitif dalam berbagai ajang internasional.
KONI berharap keberhasilan cabang olahraga panjat tebing dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara profesional dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pembinaan yang konsisten, Indonesia optimistis mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di Olimpiade maupun kejuaraan dunia pada masa mendatang. (09/AGF).










