JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Bencana banjir akibat luapan debit air sungai di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), merendam sedikitnya 30 unit rumah warga serta sekitar 5,5 hektare lahan di wilayah itu, demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam taklimat media yang dikutip di Jakarta, Jumat (26/6/2026), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan tentang bencana tersebut.
“Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB,” katanya.
Disebutkannya bahwa guyuran curah hujan dalam durasi dua jam tersebut menyebabkan kapasitas tampung sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman warga di sejumlah wilayah terdampak.
Sedangkan Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan data di lapangan, banjir menggenangi wilayah yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Tambangan.
Untuk Kecamatan Kotanopan, luapan air dilaporkan merendam pemukiman warga di Kelurahan Pasar Kotanopan dan Desa Saba Dolok.
Sementara itu, untuk cakupan wilayah Kecamatan Tambangan, genangan banjir dilaporkan melanda kawasan pemukiman di Desa Lumban Pasir.
BNPB memastikan bahwa personel BPBD Kabupaten Mandailing Natal sudah berada di lokasi terdampak untuk melakukan operasi asesmen, pendataan, serta berkoordinasi dengan aparat desa setempat.
“Berdasarkan kondisi terkini, banjir sudah berangsur surut. Meski demikian, pemantauan dan pendataan dampak masih terus dilakukan oleh BPBD untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dengan baik,” demikian Abdul Muhari. (Red/Ant/02)










