Daerah  

Dikunjungi Calon Investor, Kapolda Kalbar Siap Kawal Pembangunan Bandara Singkawang

Kapolda Kalbar
Kapolda Kalbar Didi Haryono/net

Singkawang,SudutPandang.id-Pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat diminati banyak investor. Para calon investor tersebut berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Jepang.

Sebagai bukti keseriusan, Kamis (16/1/2020), mereka melakukan site visit pembangunan bandara baru Singkawang yang berlokasi di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan.

IMG-20220125-WA0002

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan menyambut kedatangan para investor. Hadir Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) lainnya.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengapresiasi pembangunan bandara di Kota Singkawang. Pihaknya pun siap mengawal pembangunannya sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai yang direncanakan.

Ia berharap kedepan kota berjuluk Seribu Kelenteng ini semakin maju dan menjadi kota besar. Menurutnya, Singkawang adalah kota penyangga perbatasan baik dari Aruk Sambas dan Jagoi Babang Bengkayang.

“Semakin maju, baik dalam pertumbuhan perekonomian, parwisata, pembangunan infrastruktur dan termasuk pembangunan SDM‎. Meski kota Singkawang bukan kota kelahiran, tetapi di kota ini saya dibesarkan,” ujarnya

“Saya pernah menimba ilmu dari TK hingga SMA, TK di dekat Lapangan Tarakan, SDN 3 Singkawang, SMPN 1 Singkawang dan SMAN 1 Singkawang,”‎ sambung Didi.

“Setuju Pak Kapolda, Singkawang memang bukan kota kelahiran, tapi Singkawang selalu ada di hati,” ucap Humas Polres Singkawang, Bripka Ivan, yang menayangkan acara secara live melalui akun facebook nya.

Wali Kota TCM
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat meninjau lahan Bandara Singkawang/net

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menjelaskan, site visit ini merupakan progres dari tahapan pembangunan bandara. Kedatangan para calon investor untuk dapat melihat langsung kondisi lahan bandara, sehingga mereka bisa mengetahui seperti apa kesiapan yang telah dilakukan.

“Kami telah menyiapkan lahan bandara yang sudah clear and clean dengan luas 151,45 hektare serta memiliki sertifikat hak pakai,” kata Tjhai Chui Mie.

Proses selanjutnya, jelasnya, setelah site visit ini adalah membentuk konsorsium dan kemudian membentuk PT Badan Usaha Bandar Udara (BUBU).

“Dengan adanya itu tentu kita akan menentukan melalui tender siapa pemenangnya yang terdiri dari investor, operator dan kontraktor,” ungkapnya.

Proses pembanguan kontruksi bandara, jelasnya, ditargetkan paling lambat tahun 2021. Hal itu sesuai yang disampaikan para calon investor dan kontraktor bahwa 1,5 tahun bisa selesai.

“Jika apa yang disampaikan itu benar, berarti di tahun 2022 kita bisa selesaikan pembangunannya,” ujar Tjhai Chui Mie.(vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.