UMKM, Jaranan, dan Electone Meriahkan Bazar Mojoroto, Warga Padati Lapangan Tepi Sungai Brantas

Lurah Mojoroto (tiga dari kiri) dan Sekcam Mojoroto (empat dari kanan) bersama tiga pilar saat hadiri kegiatan, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menggelar Bazar UMKM, pentas seni budaya jaranan, dan hiburan electone di Lapangan RT 032 RW 010, kawasan tepi Sungai Brantas, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kelurahan Mojoroto tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mojoroto yang hadir mewakili Camat Mojoroto bersama perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan para pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sekcam Mojoroto, Didik Eko Purnomo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kelurahan Mojoroto yang mampu menghadirkan kegiatan yang memadukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pelestarian budaya lokal.

“Ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Bazar UMKM tidak hanya menjadi sarana promosi dan peningkatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Kehadiran pertunjukan jaranan menunjukkan komitmen kita untuk terus menjaga dan melestarikan budaya daerah,” ujarnya saat membuka acara.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, kegiatan ini dapat menjadi wadah penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu dimulai dengan bazar UMKM. Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal membuka lapak dagangan mereka.

BACA JUGA  UMKM Kelurahan Tamanan Terima Bantuan Peralatan Usaha dari Pemkot Kediri

Berbagai produk kuliner, minuman, hingga kerajinan tangan ditawarkan kepada para pengunjung yang terus berdatangan.

Suasana semakin semarak saat atraksi seni tradisional jaranan digelar sejak pagi. Pertunjukan budaya khas Kediri tersebut berhasil menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut pada malam hari dengan hiburan electone yang dimulai pukul 18.00 WIB. Acara tersebut juga akan dihadiri Camat Mojoroto, Abdul Rahman, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan.

Lurah Mojoroto, Yahya Budijono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah kelurahan untuk menggerakkan perekonomian warga, melestarikan budaya lokal, sekaligus menyediakan hiburan yang positif bagi masyarakat.

Menurut Yahya, bazar UMKM menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan omzet penjualan.

“Kami mengusung semangat UMKM Lokal Belanja, Bermanfaat, Berkah. Melalui bazar ini kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku usaha di Kelurahan Mojoroto untuk memasarkan produknya secara lebih luas. Harapannya kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan pendapatan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Yahya menambahkan, penyelenggaraan bazar ini menjadi momentum perdana yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Kelurahan Mojoroto.

BACA JUGA  Profesor Bus Jadi Dekan FK Unair Lagi, Rektor Batalkan Pemecatan

“Alhamdulillah, untuk kegiatan perdana antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi warga. Ke depan kami berharap bazar UMKM dan hiburan rakyat seperti ini dapat digelar secara rutin dengan skala yang lebih besar,” katanya.

Selain mendorong sektor ekonomi, pihaknya juga sengaja menghadirkan pertunjukan jaranan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kediri.

“Jaranan merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Dengan menampilkan kesenian tradisional di tengah masyarakat, kami berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya,” katanya.

Sementara itu, hiburan electone pada malam hari disiapkan sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat setelah menikmati rangkaian bazar dan pertunjukan seni sepanjang hari.

“Kami ingin menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Electone menjadi penutup rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga serta menciptakan suasana yang meriah dan harmonis di lingkungan Kelurahan Mojoroto,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara. Tidak hanya warga Kelurahan Mojoroto, kegiatan tersebut juga menarik perhatian masyarakat dari sejumlah wilayah lain di Kota Kediri.

Salah seorang warga Mojoroto, Yunanto (42), mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena mampu menghidupkan suasana lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA  Kelurahan Mojoroto Gelar Lomba Fashion Show Daur Ulang Sampah

“Acara seperti ini sangat bagus. Selain bisa belanja produk UMKM yang dekat dan harganya terjangkau, kami juga bisa menikmati pertunjukan jaranan bersama keluarga. Suasananya ramai dan membuat warga lebih akrab satu sama lain,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Cak Nur (25), warga Kelurahan Tamanan yang sengaja datang bersama keluarganya setelah mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui media sosial.

“Saya datang karena tertarik melihat jaranan dan bazar UMKM. Ternyata acaranya cukup meriah dan tertata. Banyak pilihan kuliner yang menarik, sehingga layak menjadi agenda rutin yang bisa menarik masyarakat dari luar wilayah Mojoroto,” tuturnya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kelurahan Mojoroto berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga. (CN)