Disparbud Kabupaten Kediri Gelar Kegiatan Peningkatan SDM

Disparbud
Disparbud Kabupaten Kediri saat mengadakan kegiatan Peningkatan SDM ASN, Jumat (10/9/2025) (Foto : Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri terus berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme aparatur pemerintah. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan bertema “Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)” yang digelar pada Jumat (10/9/2025) di lingkungan Disparbud Kabupaten Kediri.

Acara yang diikuti sekitar 30 peserta dari jajaran ASN Disparbud ini bertujuan untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan disiplin, serta mendorong kualitas pelayanan publik yang lebih optimal di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci utama dalam memperkuat kinerja organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan sektor pariwisata yang semakin kompetitif.

“Peningkatan SDM ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan aparatur yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan. Harapannya, budaya kerja ASN Disparbud bisa semakin profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Mustika.

BACA JUGA  Kunker ke Bali, Wishnutama Paparkan Paradigma Baru Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan kebudayaan yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Mustika juga mengumumkan rencana pembukaan kembali dua objek wisata unggulan Kabupaten Kediri, yaitu Wisata Ubalan di Kecamatan Plosoklaten dan Sumber Corah di Kecamatan Pare, yang sempat ditutup selama masa pandemi COVID-19.

“Kami menargetkan Wisata Ubalan bisa kembali dibuka tahun ini atau paling lambat awal tahun depan. Begitu juga dengan Sumber Corah yang akan kami kembangkan menjadi destinasi keluarga yang ramah dan edukatif,” jelasnya.

Pembukaan kembali dua destinasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberi dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Agar Pariwisata Lebih Diminati Wisatawan, Begini Langkah Dispar NTB

Menurut data Disparbud, sektor pariwisata Kabupaten Kediri berhasil mencatatkan kontribusi signifikan terhadap PAD dengan capaian lebih dari Rp3,5 miliar pada tahun 2025 melampaui target awal.

*Capaian ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tahun depan, kami menargetkan pendapatan bisa meningkat lebih tinggi lagi,” tegas Mustika.

Pihaknya berharap, dengan pembukaan kembali sejumlah objek wisata dan peningkatan kualitas SDM ASN, sektor pariwisata Kabupaten Kediri akan semakin maju dan menjadi daya tarik baru selain destinasi populer Gunung Kelud.

Melalui kegiatan peningkatan SDM ASN ini, Disparbud Kediri berkomitmen untuk terus mendorong aparatur pemerintah agar lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

BACA JUGA  Pemohon Tak Kunjung Hadir, MK Gugurkan Uji Materi UU KPK

“Kami ingin memastikan pariwisata Kediri tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena pengelolaan dan pelayanan yang profesional,” tutup Mustika.(CN/04)