JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya seusai meraih medali emas pada ajang World Climbing Series Krakow 2026.
Peraih emas nomor speed putri itu menegaskan bahwa pernyataan yang sebelumnya disampaikan bukan ditujukan sebagai kritik kepada pihak tertentu, melainkan bentuk ekspresi atas berbagai tantangan yang dihadapi selama mengikuti kejuaraan internasional tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan Desak melalui pernyataan resmi pada Senin (6/7/2026).
Ia menekankan bahwa setiap kalimat yang diungkapkannya lahir dari pengalaman sebagai atlet yang harus menghadapi berbagai dinamika selama persiapan maupun pelaksanaan kompetisi.
Menurut Desak, tantangan yang dimaksud tidak hanya berasal dari faktor teknis di arena pertandingan, tetapi juga berbagai kondisi lain yang harus dihadapi seorang atlet ketika tampil di ajang internasional.
Semua pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.
“Melalui pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengekspresikan determinasi dan resiliensi saya sebagai seorang atlet. Sebagai juara, saya percaya bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan semangat pantang menyerah dan dijadikan motivasi untuk terus memberikan penampilan terbaik,” ujar Desak.
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan berbagai penafsiran yang berkembang setelah komentarnya usai memastikan medali emas di World Climbing Series Krakow 2026.
Desak menegaskan tidak memiliki maksud menyudutkan institusi maupun pihak tertentu.
Sebaliknya, atlet asal Bali itu menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang selama ini diberikan pemerintah kepada para atlet nasional.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet Indonesia meraih prestasi di level internasional.
Desak mengatakan pemerintah terus hadir memberikan dukungan, baik melalui pembinaan, fasilitas latihan, maupun berbagai kebutuhan yang menunjang peningkatan prestasi atlet.
“Pemerintah tetap dan terus memberikan dukungan kepada kami sebagai atlet. Dukungan tersebut sangat berarti dalam perjalanan kami mengharumkan nama bangsa,” katanya.
Sebagai atlet yang telah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia, Desak memahami bahwa keberhasilan meraih prestasi tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak.
Karena itu, ia berharap tidak terjadi kesalahpahaman terhadap pernyataan yang sebelumnya disampaikan.
Meski demikian, Desak mengakui setiap penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala internasional tentu memiliki berbagai tantangan yang dapat dijadikan bahan evaluasi bersama.
Hal tersebut merupakan sesuatu yang lazim dalam dunia olahraga dan harus dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas.
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga, mulai dari atlet, pelatih, federasi, hingga pemerintah, dapat terus melakukan perbaikan demi mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Ia berharap setiap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kejuaraan internasional dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesiapan atlet Indonesia menghadapi kompetisi berikutnya.
Desak juga mengajak seluruh elemen olahraga nasional untuk terus menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung, dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan prestasi Indonesia di berbagai cabang olahraga.
Baginya, prestasi internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu atlet, tetapi juga oleh ekosistem olahraga yang solid, mulai dari pembinaan usia dini, dukungan pelatih, manajemen tim, hingga kebijakan yang mendukung pengembangan atlet secara berkelanjutan.
“Harapan saya, semoga semangat kolaborasi dan saling mendukung terus terjaga sehingga prestasi olahraga Indonesia dapat terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,” ujarnya.
Keberhasilan Desak meraih medali emas di World Climbing Series Krakow 2026 kembali mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia pada nomor speed panjat tebing.
Prestasi tersebut sekaligus menambah deretan pencapaian atlet Indonesia di ajang internasional sepanjang tahun 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, Desak menjadi salah satu atlet andalan Indonesia di nomor speed putri. Konsistensinya tampil di level dunia membuat namanya terus diperhitungkan oleh para pesaing dari berbagai negara.
Kemenangan di Krakow juga menjadi modal penting bagi Desak dalam menghadapi agenda internasional berikutnya.
Dengan pengalaman dan mental juara yang dimiliki, ia diharapkan mampu terus mempertahankan performa terbaik sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di cabang olahraga panjat tebing.
Melalui klarifikasi yang disampaikan, Desak berharap fokus publik kembali tertuju pada semangat pembinaan dan pencapaian prestasi olahraga Indonesia.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Merah Putih semakin berprestasi di panggung dunia melalui kerja sama, dukungan, dan semangat pantang menyerah. (09/AGF).










