GM Novendra Priasmoro Pimpin JAPFA FIDE Rated 2026

GM Novendra Priasmoro Pimpin JAPFA FIDE Rated 2026
GM Novendra Priasmoro sukses memimpin klasemen sementara JAPFA FIDE Rated 2026 usai meraih kemenangan dramatis pada babak kelima. (Foto: pribadi/sp)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Grand Master (GM) Novendra Priasmoro memuncaki klasemen sementara kategori Open dalam ajang JAPFA FIDE Rated 2026 setelah meraih kemenangan penting pada babak kelima turnamen. Pecatur senior Indonesia itu sukses menaklukkan Stevanky dalam duel sengit yang berlangsung hingga 65 langkah.

Kemenangan tersebut membuat Novendra mengoleksi 4,5 victory points (VP) dari empat kemenangan dan satu hasil remis. Raihan itu menempatkannya di posisi teratas klasemen sementara bersama International Master (IM) Muhamad Lutfi Ali yang juga mengumpulkan 4,5 VP.

Pertandingan melawan Stevanky menjadi salah satu laga paling menegangkan yang dijalani Novendra sepanjang turnamen. Dengan selisih elo rating yang tidak terlalu jauh, duel berlangsung ketat dan penuh tekanan hingga memasuki fase akhir permainan.

Novendra mengakui lawannya memberikan perlawanan alot dan nyaris memaksanya berbagi poin. Situasi pertandingan bahkan sempat berbalik beberapa kali sebelum akhirnya ia memastikan kemenangan pada momen krusial.

“Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik posisinya bahkan hampir remis karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir,” ujar Novendra seperti dikutip dari keterangan resmi PB Percasi, Senin.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Novendra menghadapi babak keenam yang diprediksi berlangsung lebih berat. Pada ronde berikutnya, ia akan berhadapan dengan rival lamanya sejak kecil, IM Muhamad Lutfi Ali.

BACA JUGA  Allegri Kecewa, Juventus Bermain Imbang Lagi

Pertemuan dua pecatur papan atas Indonesia itu diperkirakan menjadi salah satu partai paling menarik dalam lanjutan JAPFA FIDE Rated 2026. Selain sama-sama berada di puncak klasemen, keduanya memiliki karakter permainan berbeda yang kerap melahirkan duel panjang.

Novendra menyebut Lutfi sebagai pemain dengan pertahanan rapat dan sulit ditembus. Karena itu, ia bertekad tampil lebih sabar agar tidak melakukan kesalahan fatal saat bermain agresif.

“Lutfi itu ulet dan susah ditembus. Sementara saya tipikal pemain yang suka bermain taktis. Kadang kalau terlalu banyak mengorbankan perwira atau pion justru malah kalah. Jadi besok harus lebih hati-hati,” kata Novendra.

Selain persaingan di papan atas, JAPFA FIDE Rated 2026 juga menghadirkan kejutan dari pecatur muda Indonesia. IM Satria Duta Cahaya perlahan mulai merangsek ke papan atas klasemen setelah tampil impresif dalam beberapa ronde terakhir.

Satria Duta Cahaya kini menempati posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi empat poin. Tambahan angka diperoleh setelah ia mengalahkan Gelar Sagara Dwitama pada babak kelima.

Pecatur muda tersebut mengaku performanya di awal turnamen belum stabil karena hanya mampu meraih hasil remis pada dua ronde pertama. Namun, tiga kemenangan beruntun membuat peluangnya untuk bersaing di jalur juara kembali terbuka.

BACA JUGA  Pecatur Indonesia IM Arif Abdul Hafiz Raih Juara Japan Open 2025

“Semoga empat babak terakhir bisa memberikan hasil terbaik. Dua babak awal memang remis, tetapi untungnya tiga babak terakhir bisa menang sehingga posisi perlahan naik,” ujar Duta.

Persaingan di kategori challenger juga berlangsung ketat. Dua pecatur, Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon, tampil dominan hingga ronde kelima tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Abraham Raja Ferdinand yang memiliki elo rating 1847 dan Sudung Tampubolon dengan rating 1967 sama-sama mengoleksi poin sempurna, yakni lima angka dari lima kemenangan beruntun.

Dominasi keduanya membuat persaingan kategori challenger diprediksi semakin panas pada ronde-ronde selanjutnya. Konsistensi permainan akan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara.

Selain menghadirkan persaingan ketat antarpecatur nasional, penyelenggaraan JAPFA FIDE Rated 2026 juga mendapat perhatian karena melibatkan atlet-atlet difabel dalam kompetisi resmi.

Sebanyak 12 pecatur disabilitas turut ambil bagian dan bertanding melawan peserta umum pada kategori open maupun challenger. Penempatan kategori dilakukan berdasarkan elo rating masing-masing atlet sehingga persaingan tetap berjalan kompetitif.

Kehadiran pecatur difabel dinilai menjadi langkah positif dalam menciptakan turnamen catur yang inklusif sekaligus membuka ruang kompetisi lebih luas bagi atlet penyandang disabilitas.

VP Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, mengatakan partisipasi atlet difabel menjadi bentuk apresiasi terhadap perkembangan olahraga para chess di Indonesia.

BACA JUGA  Aditya Bagus Turun ke Posisi Lima JAPFA FIDE Rated 2026

“Kehadiran atlet dengan kemampuan berbeda dari para chess merupakan bentuk apresiasi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur FIDE Rated ini,” ujar Artsanti.

Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 sendiri menjadi salah satu ajang penting dalam kalender catur nasional karena menghadirkan banyak pecatur dengan rating tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang ini juga menjadi sarana pembinaan sekaligus kesempatan bagi pecatur muda untuk menambah pengalaman bertanding melawan pemain-pemain senior dan master nasional.

Dengan masih tersisa empat ronde pertandingan, persaingan menuju gelar juara kategori open dipastikan semakin menarik. Duel antara Novendra Priasmoro dan Muhamad Lutfi Ali pada babak keenam diprediksi menjadi penentu penting dalam perebutan posisi puncak klasemen sementara. (09/AGF).