JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sektor ganda putra Indonesia memastikan satu tiket ke babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah dua pasangan Tanah Air saling bertemu pada fase perempat final.
Kepastian itu diraih usai pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melangkah ke delapan besar dengan menyingkirkan rekan senegara mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Fajar/Fikri menang melalui pertarungan rubber game dengan skor 21-16, 18-21, 21-13.
Duel sesama ganda putra pelatnas tersebut berjalan ketat dan menyedot perhatian publik, mengingat kedua pasangan sama-sama memiliki karakter permainan agresif dan pengalaman bertanding di level elite.
Fajar/Fikri tampil dominan pada gim pertama dengan mengandalkan kecepatan dan variasi serangan.
Namun, Leo/Bagas mampu bangkit pada gim kedua dengan mengubah pola permainan.
Mereka memperlambat tempo dan memaksa Fajar/Fikri keluar dari ritme, hingga laga harus ditentukan lewat gim penentuan.
“Di gim kedua, Leo/Bagas memperlambat tempo permainan. Mereka tidak mau masuk ke pola permainan kami yang cepat. Kami juga kurang cepat mengantisipasi perubahan itu,” ujar Fajar seusai pertandingan.
Menurut Fajar, perubahan strategi lawan membuat mereka melakukan sejumlah kesalahan beruntun, terutama pada momen-momen krusial.
Hal tersebut dimanfaatkan Leo/Bagas untuk menyamakan kedudukan. Leo pun mengakui timnya sempat tampil kurang stabil di poin-poin penting.
“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan beruntun. Harusnya setelah satu-dua poin hilang, kami bisa langsung kembali fokus. Sayangnya, itu terjadi di poin-poin kritis,” kata Leo.
Pada gim ketiga, Fajar/Fikri kembali mengambil inisiatif sejak awal. Mereka bermain lebih disiplin, mengurangi kesalahan sendiri, dan memanfaatkan celah pertahanan lawan.
Keunggulan poin yang terus terjaga membuat mereka mampu mengunci kemenangan dan memastikan langkah ke perempat final.
Meski menang, Fajar mengakui permainan depan Leo sempat menyulitkan mereka sepanjang pertandingan.
Ia menyebut gaya bermain Leo yang halus di depan net membuat dirinya harus ekstra waspada.
“Kalau ditanya menyangka bisa menang atau tidak, tentu kami optimis. Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan lawan. Tapi secara pribadi, saya kalau bertemu Leo memang agak kurang cocok. Permainan depannya halus, kadang bikin saya kagok,” ujar Fajar.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menilai duel sesama pemain pelatnas tidak lepas dari persaingan sehat. Ia menegaskan tidak ada psy war berlebihan dalam pertandingan tersebut.
“Kalau dibilang ada psy war, mungkin lebih ke persaingan sehat. Kami sama-sama di PBSI, sama-sama ingin jadi yang terbaik. Enggak ada yang aneh-aneh, semuanya sportif,” kata Fikri.
Di babak perempat final, Fajar/Fikri kembali berhadapan dengan pasangan Indonesia lainnya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Pasangan muda tersebut melaju ke delapan besar setelah meraih kemenangan dramatis atas wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po Hsuan, dengan skor 14-21, 21-18, 24-22.
Raymond/Nikolaus menunjukkan mental kuat dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal pada gim pertama.
Pertandingan berjalan sengit hingga fase adu poin, sebelum akhirnya pasangan muda Indonesia itu keluar sebagai pemenang.
“Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Di poin-poin akhir kami sempat tertinggal, tapi saya berpikir nekat saja karena sudah masuk golden point,” ujar Nikolaus Joaquin.
Pertemuan antara Fajar/Fikri dan Raymond/Nikolaus otomatis memastikan Indonesia mengamankan satu tiket semifinal ganda putra di Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Hasil tersebut mempertegas dominasi tuan rumah di sektor ganda putra pada turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 ini.
Peluang Indonesia untuk menambah wakil di semifinal masih terbuka. Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dijadwalkan tampil pada babak perempat final menghadapi wakil Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Laga tersebut menjadi penentu apakah sektor ganda putra Indonesia bisa meloloskan lebih dari satu pasangan ke empat besar.
Dengan dukungan publik Istora dan performa yang terus meningkat, ganda putra Indonesia diharapkan mampu melanjutkan tren positif dan menjaga peluang meraih gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2026. (09/AGF).









