Hemmen
Berita  

Imigrasi Jakpus Tangkap Buronan Asal Tiongkok di Cempaka Putih

Dok.Istimewa

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat menangkap pria berinisial LS yang menjadi buronan Interpol dalam kasus kejahatan ekonomi di Tiongkok di salah satu apartemen kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Selasa (7/11).

“Yang bersangkutan sudah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dari negara Tiongkok sejak 2020. LS terlibat dalam kejahatan kasus ekonomi di Tiongkok ,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwilkumham DKI Jakarta, Sandi Andaryadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/11).

Kemenkumham Bali

Sandi mengatakan LS diketahui tidak mempunyai dokumen keimigrasian berupa paspor dan izin tinggal. Selain itu, yang bersangkutan patut diduga melakukan pelanggaran keimigrasian sebagai yang dimaksud dalam Pasal 71 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

BACA JUGA  6 WNA China Diperiksa Intelijen Imigrasi Jakarta Utara

“LS akan segera akan dideportasi secepatnya karena yang bersangkutan juga dimasukkan ke dalam daftar penangkalan yang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 UU Tahun 2011 tentang keimigrasian,” ujar Sandi.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Wahyu Hidayat mengatakan yang bersangkutan tinggal di Indonesia baru Oktober 2023. Dari pengakuan LS bahwa dirinya bekerja sebagai investor.

“Dia sudah pernah beberapa kali di Indonesia dengan izin tinggal yang berbeda-beda,” ujar Wahyu.

Penangkapan dilakukan petugas karena curiga terhadap LS. Petugas pun langsung mendatangi yang bersangkutan dan menanyakan paspor.

Wahyu menyebut LS tidak bisa menunjukkan surat-surat keimigrasian. Kemudian petugas langsung mengamankan yang bersangkutan yang saat itu tinggal seorang diri.

BACA JUGA  Baksos Jajaran Keimigrasian, Kakanwil Kemenkumham Bali: Bukti Nyata Peduli Sesama

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan dalam pemeriksaan paspor dan izin tinggal diketahui yang bersangkutan ternyata selama ini tidak tinggal pada alamat sebagaimana tertera pada izin tinggal yang dimilikinya. Selanjutnya, petugas menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian berupa penahanan di ruang detensi setempat.

Selain dilakukan detensi, LS juga akan diberikan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian disertai penangkalan sebagaimana pada Pasal 75 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa pendeportasian dapat dilakukan atas orang asing yang berusaha menghindarkan diri dari ancaman dan pelaksanaan hukuman di negara asalnya.

“Lebih lanjut, terhadap pendeportasian LS akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak Interpol melalui Direktorat Jenderal Imigrasi. Kantor Imigrasi Jakarta Pusat terus berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap Orang Asing yang tinggal di wilayah Jakarta Pusat,” jelas Wahyu.

BACA JUGA  Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet

Wahyu menyebut pihaknya menginginkan Wilayah Jakarta Pusat menjadi wilayah yang kondusif, mendukung perekonomian nasional, serta tidak menjadi tempat kabur buronan internasional.(03/JP)

Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H DPP Mahasi