Jakarta Banjir Lagi, Pengamat Ini Sebut Buruknya Sistem Drainase

Kondisi Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019) sore/Foto: Antara/Jaya Kusuma

Jakarta, Sudut Pandang.id-Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai Pemprov DKI Jakarta tidak siap menghadapi musim curah hujan tinggi. Ini terlihat adanya genangan pasca hujan di ibu kota pada Selasa (17/12/2019) sore, tepatnya 19 titik di jalan dan 8 titik di pemukiman.

“Ini merupakan banjir lokal yang diakibatkan buruknya sistem drainase kota, yang memang hanya sekitar 33 persen yang berfungsi baik saat ini,” ujar Nirwono, Selasa (17//2019).

IMG-20220125-WA0002

Menurutnya, Pemprov harusnya bisa lebih serius memitigasi banjir akibat hujan yang telah terjadi. Terutama, mempersiapkan kondisi saluran air Jakarta agar diameternya diperlebar. Menurut Nirwono, harusnya ini sudah masif digenjot sebelum musim penghujan datang.

“Saluran air masih banyak yang tersumbat lumpur, sampah, limbah, jaringan utilitas yang tumpang tindih, dan tidak terhubung dengan baik antar saluran air. Kegiatan revitalisasi trotoar yang sedang gencar dilakukan Pemprov DKI harus diikuti dengan rehabilitasi saluran air kota dan sekaligus penataan jaringan utilitas secara terpadu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Nirwono mengapresiasi kesiapan petugas selama proses penyurutan genangan. Namun, menurutnya, ada beberapa langkah yang dinilainya tidak dilakukan dengan serius oleh Pemprov DKI.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Juaini mengatakan, jajarannya dibantu oleh PPSU Kelurahan akan segera turun ke titik genangan untuk mengecek tali-tali air, setelah datang laporan masyarakat.

“Dinas SDA telah mempersiapkan pompa yang sebanyak 122 unit pompa mobile dan 474 unit pompa stasioner yang tersebar di 165 lokasi dengan total kapasitas 489.01 m4/dt,” ujarnya.(red/Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.