ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pembangunan jaringan listrik desa di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kelistrikan.
Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi dan kunjungan kerja manajemen PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantau Prapat di Ruang Hijau Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu turut dihadiri Wakil Bupati Asahan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, Manager PLN UP3 Rantau Prapat beserta jajaran, serta sejumlah pejabat terkait yang terlibat dalam perencanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah.
Agenda utama pertemuan membahas percepatan pembangunan jaringan listrik di Dusun VIII Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang. Program tersebut diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat terhadap akses listrik yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi.
Manager PLN UP3 Rantau Prapat, Dwita Aswiyanti Syahfitri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap berbagai program kelistrikan di daerah.
Menurutnya, kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus mematangkan rencana pembangunan jaringan listrik yang telah lama diusulkan masyarakat Dusun VIII Desa Pertahanan.
Dwita menjelaskan bahwa usulan pembangunan jaringan listrik tersebut saat ini telah masuk dalam proses pembahasan di Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K). Selanjutnya, dokumen usulan juga telah diteruskan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari tahapan administrasi dan regulasi yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan proyek.
“PLN terus berupaya mempercepat proses pembangunan jaringan listrik ini. Saat ini kami masih menunggu penetapan regulasi dari pemerintah pusat. Setelah seluruh proses selesai, kami siap melakukan eksekusi di lapangan agar masyarakat segera mendapatkan manfaatnya,” ujar Dwita.
Ia menegaskan bahwa penyediaan akses listrik merupakan salah satu program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN berkomitmen mengawal proses pembangunan hingga dapat direalisasikan sesuai harapan warga.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut baik langkah PLN yang merespons kebutuhan masyarakat terhadap akses energi listrik. Menurutnya, keberadaan listrik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penerangan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Bupati menilai pembangunan jaringan listrik di Dusun VIII Desa Pertahanan akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kemudahan akses informasi, hingga mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Kehadirannya dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” kata Taufik.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan siap memberikan dukungan penuh agar proses pembangunan jaringan listrik tersebut dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Bupati langsung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi dan membantu percepatan pelaksanaan program tersebut. Instruksi juga diberikan kepada pihak Kecamatan Sei Kepayang dan Pemerintah Desa Pertahanan agar aktif mendampingi setiap tahapan yang diperlukan di lapangan.
Menurut Taufik, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan PLN menjadi kunci utama dalam memastikan proyek pembangunan jaringan listrik dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan mendukung penuh proses ini. Seluruh OPD terkait, pihak kecamatan, dan pemerintah desa harus membantu agar tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan listrik bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Pembangunan jaringan listrik di daerah pedesaan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan akses layanan dasar antarwilayah.
Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tersedianya jaringan listrik juga diyakini dapat membuka peluang investasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.
Masyarakat Desa Pertahanan pun diharapkan dapat segera menikmati manfaat dari program tersebut setelah seluruh proses administrasi dan regulasi selesai dilakukan oleh pihak terkait.
Pertemuan antara Pemkab Asahan dan PLN UP3 Rantau Prapat berlangsung dalam suasana produktif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman untuk mempercepat realisasi pembangunan jaringan listrik di Dusun VIII Desa Pertahanan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Hasil pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan pemerataan akses listrik serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Asahan.
Sinergi antara Pemkab Asahan dan PLN diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat pedesaan untuk memperoleh akses energi yang layak, sekaligus mempercepat terwujudnya Asahan yang lebih maju, terang, dan sejahtera. (MA/09)










