Kepala SMPN 4 Pasuruan Gelar FGD Proyek Transformasi Kepemimpinan Program MESEM

Kepala SMPN 4 Pasuruan saat FGD Proyek Transformasi Kepemimpinan Program MESEM (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – UPT SMP Negeri 4 Pasuruan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Proyek Transformasi Kepemimpinan dengan tema “Meningkatkan Kesiapan Belajar, Pendidikan Karakter, dan Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah (ATS) Melalui Program MESEM” pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 yang diikuti oleh Kepala SMP Negeri 4 Pasuruan, Makhrus Siddiq, S.Psi., M.Pd.I.

FGD yang berlangsung di SMP Negeri 4 Pasuruan tersebut diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, tim manajemen sekolah, serta perwakilan unsur pendukung sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan sekaligus memperoleh masukan terhadap implementasi Program MESEM sebagai bagian dari proyek transformasi kepemimpinan yang berfokus pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dalam sambutannya, Makhrus Siddiq menyampaikan bahwa transformasi kepemimpinan di sekolah harus mampu menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kebutuhan peserta didik. Salah satu tantangan yang dihadapi sekolah saat ini adalah memastikan seluruh peserta didik memiliki kesiapan belajar yang optimal, karakter yang kuat, serta memperoleh pendampingan yang tepat untuk mencegah risiko putus sekolah atau Anak Tidak Sekolah (ATS).

BACA JUGA  Ammar Zoni Lepas Kengen dengan Anak Usai Bebas dari Penjara

Pada sesi pemaparan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep dan implementasi Program MESEM (Menyapa Siswa Sebelum Memulai Kegiatan Pembelajaran) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan SMP Negeri 4 Pasuruan. Program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan penyambutan peserta didik setiap pagi, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa, mengidentifikasi kondisi psikologis peserta didik, memantau kesiapan belajar, serta mendeteksi secara dini berbagai permasalahan yang berpotensi menghambat proses pendidikan.

Melalui Program MESEM, guru dapat melakukan observasi sederhana terhadap kehadiran, kondisi fisik, kondisi emosional, maupun perilaku peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Informasi yang diperoleh kemudian menjadi dasar bagi sekolah untuk memberikan pendampingan, pembinaan, maupun intervensi yang diperlukan secara lebih cepat dan tepat.

BACA JUGA  Pasar Jaya Gelar Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

Kegiatan FGD berlangsung secara aktif dan partisipatif. Para peserta memberikan berbagai masukan terkait penguatan mekanisme monitoring program, optimalisasi peran wali kelas dan guru bimbingan konseling, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program. Selain itu, peserta juga menyampaikan berbagai gagasan mengenai pengembangan indikator keberhasilan program agar dampaknya dapat terukur secara lebih sistematis.

Diskusi yang berlangsung menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan implementasi Program MESEM di SMP Negeri 4 Pasuruan. Seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap program tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kesiapan belajar peserta didik, memperkuat pendidikan karakter, serta mencegah terjadinya ATS melalui sistem deteksi dini yang terintegrasi.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan, mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan maupun terhadap rencana implementasi proyek transformasi kepemimpinan. Program MESEM dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi praktik baik yang dapat memperkuat budaya positif sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  USNI Minta Akademisi Perdalam Ilmu Layanan Sektor Jasa Keuangan

Melalui kegiatan FGD ini, SMP Negeri 4 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program yang berpihak pada peserta didik. Diharapkan hasil diskusi dan rekomendasi yang telah disusun dapat menjadi landasan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang lebih siap, berkarakter, inklusif, dan mampu mencegah risiko anak putus sekolah sejak dini.(ACZ)