JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menilai International Muslim Youth Forum (IMYF) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemuda Muslim lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul saat membuka IMYF 2026 yang mengusung tema “Beyond Borders: Muslim Youth Shaping The Future of the Ummah in a Turbulent World” di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Syahrul Aidi melalui keterangan tertulis yang diterima Ahad (14/6/2026) menyebutkan bahwa kondisi dunia saat ini menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan peran aktif generasi muda. Mulai dari konflik kemanusiaan, ketidakstabilan geopolitik, hingga berbagai persoalan sosial dan ekonomi global memerlukan solusi yang lahir dari kolaborasi lintas negara.
Karena itu, ia menilai forum yang mempertemukan pemuda Muslim dari berbagai belahan dunia menjadi sarana strategis untuk membangun kesadaran bersama sekaligus memperkuat jejaring internasional.
“Kegiatan ini berangkat dari keperluan melihat kondisi dunia saat ini yang sama-sama kita lihat, kita dengar, dan kita perhatikan setiap saat. Karena itu, forum seperti ini penting untuk membangun kesadaran, memperkuat persatuan, dan mempererat kolaborasi di antara pemuda Muslim dunia,” ujar Syahrul.
Ia menegaskan, besarnya jumlah umat Islam yang mendekati dua miliar jiwa merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan positif bagi peradaban dunia apabila dikelola melalui kerja sama, inovasi, dan semangat persatuan.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani perbedaan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat global.
“Kita tidak boleh pesimis. Sebagai pemuda, kita harus optimistis. Masa depan harus dibangun dengan kolaborasi, semangat persatuan, dan keyakinan bahwa kita mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia,” kata Ketua BKSAP yang juga Komisi I DPR RI Fraksi PKS itu.
Syahrul juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan dalam setiap langkah generasi muda Muslim. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman dunia.
Gagasan dan Program Konkret

Ia berharap IMYF 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan program konkret yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat internasional. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan dapat bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan merumuskan langkah bersama untuk menghadapi tantangan global.
Lebih lanjut, Syahrul mengungkapkan bahwa berbagai pemikiran dan rekomendasi yang lahir dari IMYF 2026 akan menjadi bahan masukan dalam forum internasional, termasuk Sidang Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang akan digelar di Azerbaijan.
“Insya Allah berbagai semangat dan gagasan yang lahir dari forum ini akan kami bawa ke forum PUIC sebagai inspirasi bagi parlemen negara-negara anggota OKI untuk terus memperkuat kerja sama dan peran generasi muda dalam membangun perdamaian dunia,” ujar wakil rakyat Dapil Riau II itu.
Syahrul menegaskan, semangat kolaborasi yang terbangun dalam IMYF 2026 dapat terus berlanjut dan menjadi energi positif bagi pemuda Muslim dunia untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera.
“Mudah-mudahan semangat ini terus berlanjut dan menjadi energi bagi pemuda Muslim dunia untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(PR/01)










