Komang Bidik Revans di Perempat Final DETEC J30

Petenis muda Indonesia Komang Bagus Wahyu Purustama sukses melaju ke perempat final DETEC International Junior Championship 2026 usai menyapu bersih fase grup di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo. (Foto Ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petenis muda Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama, memastikan langkah ke perempat final ajang DETEC International Junior Championship 2026 setelah tampil impresif pada fase grup di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).

Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu kini berpeluang membalas kekalahan dari unggulan ketiga, Joachim Mika Gunawan, yang akan menjadi lawannya pada babak delapan besar.

Komang, yang masih berusia 14 tahun, mencatat pencapaian terbaiknya di turnamen resmi International Tennis Federation (ITF) level J30 setelah menyapu bersih tiga pertandingan fase grup. Penampilan konsisten tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi salah satu wakil Indonesia yang patut diperhitungkan pada turnamen junior internasional di Sukoharjo.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Komang harus bekerja keras sebelum menumbangkan unggulan kedelapan asal Tiongkok, Haoxuan Xu. Dalam laga yang berlangsung sengit, petenis asal Bali itu menang melalui rubber set dengan skor 7-6(2), 3-6, 10-8.

Usai pertandingan, Komang mengaku sempat kehilangan fokus pada set kedua akibat situasi di lapangan. Namun, ia berhasil bangkit pada super tie-break dan memastikan kemenangan penting untuk mengunci tiket perempat final.

BACA JUGA  Timnas Takraw Indonesia Optimis Penuhi Target 1 Emas

“Hari ini bermain cukup baik. Tapi lawan sempat banyak protes pada set kedua sehingga saya kehilangan fokus. Di super tie-break saya mencoba bermain lebih lepas dan tenang, akhirnya bisa menang,” ujar Komang.

Sebelum mengalahkan Haoxuan Xu, Komang juga mencatat dua kemenangan meyakinkan atas sesama petenis Indonesia. Ia lebih dulu menundukkan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah dengan skor 6-1, 6-7(8), 10-6, sebelum mengatasi Roger Wirawan dua set langsung 6-1, 6-1.

Komang mengaku tampil tanpa beban menghadapi para pemain yang usianya lebih senior. Meski masih berstatus pemain termuda di antara pesaingnya, ia tetap memiliki ambisi besar untuk meraih gelar juara.

“Saya bermain nothing to lose saja karena usia saya masih 14 tahun dan lawan-lawan lebih senior. Tetapi saya tetap punya target untuk menjadi juara,” katanya.

Petenis yang mengidolakan Jannik Sinner itu kini bersiap menghadapi tantangan berat di babak perempat final. Lawannya nanti adalah Joachim Mika Gunawan yang tampil dominan sepanjang fase grup.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Komang untuk membalas kekalahan pada turnamen yang sama tahun lalu. Pada edisi sebelumnya, Komang harus tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Joachim Mika dengan skor 6-7(2), 6-4, 1-6.

BACA JUGA  Kalahkan Popsivo 3-2, BBT ke Grand Final

Joachim Mika sendiri melaju ke perempat final dengan performa sempurna tanpa kehilangan satu set pun. Petenis asal Jakarta itu menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan Jordan Faith Suryaatmadja 6-3, 6-2, kemudian mengalahkan petenis Australia Taro Inue 6-0, 6-1, serta membungkam wakil Korea Selatan Do Hyeon Kwak dengan skor identik 6-0, 6-1.

Selain duel Komang kontra Joachim Mika, perempat final tunggal putra juga menghadirkan sejumlah pertandingan menarik lainnya. Unggulan pertama, Muhammad Alfaradu Sumirat, dijadwalkan bertemu sesama wakil Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong.

Sementara itu, Rafael Enrico Pribadi akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Brian Duan. Adapun Muhammad Jafar Harisah bakal menantang unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan.

Dengan komposisi undian tersebut, Indonesia dipastikan memiliki minimal dua wakil di babak semifinal tunggal putra. Situasi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan tenis junior nasional, khususnya dalam persaingan level internasional.

Turnamen DETEC International Junior Championship sendiri merupakan ajang resmi ITF kategori J30 yang rutin digelar di Sukoharjo. Memasuki edisi kelima, turnamen tersebut kembali menjadi panggung bagi para petenis muda dari berbagai negara untuk mengumpulkan poin peringkat dunia junior.

BACA JUGA  Positif Covid-19, Gregoria Batal Main di Swiss

Kejuaraan ini digagas oleh DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) dan bekerja sama dengan Kentoeng Tennis Academy sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekosistem tenis usia muda di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan turnamen internasional secara konsisten, kedua akademi berharap dapat melahirkan lebih banyak petenis muda potensial yang mampu bersaing di level dunia.

Penampilan impresif Komang Bagus Wahyu Purustama di DETEC International Junior Championship 2026 pun menjadi salah satu bukti bahwa regenerasi tenis Indonesia terus berjalan. Kini, sorotan tertuju pada duel perempat final melawan Joachim Mika Gunawan yang diprediksi berlangsung sengit sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi petenis muda asal Bali tersebut. (09/AGF).