Joachim Mika Bidik Revans di Semifinal DETEC 2026

Joachim Mika Bidik Revans di Semifinal DETEC 2026
Petenis muda Indonesia Joachim Mika Gunawan bertekad membalas kekalahan dari Brandon Duan saat keduanya kembali bertemu pada semifinal DETEC International Junior Championship 2026 di Sukoharjo, Jawa Tengah. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petenis muda Indonesia, Joachim Mika Gunawan, bertekad membalas kekalahan dari unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan, saat keduanya kembali bertemu pada babak semifinal DETEC International Junior Championship 2026 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan ini menjadi duel ulangan semifinal yang menarik perhatian publik tenis junior. Pada pekan pertama turnamen resmi International Tennis Federation (ITF) tersebut, Mika harus mengakui keunggulan Brandon setelah kalah dalam dua set langsung dengan skor 5-7, 3-6.

Kini, petenis berusia 17 tahun itu datang dengan tekad berbeda. Bermodal kemenangan di babak perempat final dan pengalaman dari pertemuan sebelumnya, Mika optimistis dapat memberikan perlawanan lebih baik demi mengamankan tiket ke partai puncak.

Mika mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pertandingan sebelumnya. Ia menilai salah satu kesalahannya saat menghadapi Brandon adalah terlalu terburu-buru dalam melakukan tekanan sejak awal reli.

Karena itu, pada pertemuan kali ini, siswa Life Community School, Jakarta Barat, tersebut berencana bermain lebih sabar dan disiplin menjalankan strategi yang telah dipersiapkan.

“Besok saya akan mencoba bermain lebih berani dan berkomitmen dengan game plan yang sudah disiapkan. Saya juga harus lebih hati-hati menghadapi servisnya karena itu salah satu kekuatan utama dia. Saat pertemuan pertama, saya terlalu bernafsu menekan sehingga banyak melakukan kesalahan. Kali ini saya akan mencoba menetralkan permainan lebih dulu sebelum menyerang,” ujar Mika.

BACA JUGA  Ivar dan Justin Sudah Gabung Timnas U-20 di Turki

Selain mewaspadai servis lawan, Mika juga menaruh perhatian khusus pada pukulan backhand Brandon yang berstatus sebagai petenis kidal. Menurutnya, kemampuan lawan dalam mengarahkan bola ke area luar lapangan menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Mika berencana mempersempit ruang permainan dan menjaga posisi agar tidak mudah kehilangan momentum saat reli berlangsung.

Laga semifinal kali ini memiliki arti penting bagi Mika. Jika mampu mengalahkan Brandon, ia akan melangkah ke final tunggal kedua dalam kariernya di ajang junior ITF. Prestasi terbaiknya sejauh ini tercipta pada ITF J30 Phan Thiết, Vietnam, akhir tahun lalu saat berhasil mencapai partai final.

Sebelum memastikan tempat di semifinal, Mika harus melewati pertarungan sengit menghadapi rekan senegaranya, Muchammad Azka Azzam Al-Arsyad, pada babak perempat final yang berlangsung Kamis (4/6/2026).

Dalam pertandingan yang berlangsung tiga set, Mika menang dengan skor 6-4, 2-6, 6-1. Hasil tersebut sekaligus memperlebar keunggulan head to head menjadi 2-0 atas Azka.

Mika mengakui pertandingan melawan Azka berlangsung jauh lebih sulit dibandingkan yang diperkirakan. Setelah sempat unggul nyaman pada awal set pertama, ia kehilangan momentum dan membiarkan lawan menyamakan kedudukan.

“Saya jujur cukup kesulitan. Awalnya sudah unggul 3-0, tetapi kemudian menjadi 3-3. Dia mulai mengubah tempo permainan dengan banyak menggunakan slice dan membuat saya kurang sabar. Untungnya saya bisa kembali fokus dan memenangkan set pertama,” kata Mika.

BACA JUGA  Beragam Cara 'Bunuh Kejenuhan' Selama Karantina

Kesulitan semakin terasa pada set kedua ketika Azka tampil lebih agresif dan mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Mika. Situasi tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

Pada set penentuan, Mika memanfaatkan keunggulan fisik untuk mengendalikan pertandingan. Ia sengaja memperpanjang reli dan memaksa lawannya bergerak lebih banyak hingga akhirnya mampu mengamankan kemenangan.

“Di set terakhir saya merasa lebih unggul secara fisik. Saya mencoba membuat poin-poin berlangsung lebih lama sehingga lawan harus banyak berlari dan mengeluarkan tenaga,” ujarnya.

Sementara itu, semifinal tunggal putra lainnya akan mempertemukan dua petenis Indonesia, yakni Rafael Enrico Pribadi dan Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong. Hasil tersebut memastikan tuan rumah memiliki setidaknya satu wakil di partai final sektor tunggal putra.

Rafael yang baru berusia 14 tahun tampil impresif dengan menyingkirkan unggulan pertama, Alfaradu Sumirat, melalui kemenangan 7-6(4), 7-5 pada babak perempat final.

Di sisi lain, Rafa Jeconia yang merupakan unggulan keempat sekaligus juara pekan pertama turnamen berhasil mengalahkan Komang Bagus Wahyu dengan skor 6-1, 6-4.

Dominasi petenis Indonesia di sektor putra juga berlanjut pada nomor ganda. Mika yang berpasangan dengan Komang Bagus Wahyu berhasil melangkah ke final setelah mengalahkan pasangan Rangga Wisnu dan Reavan Rio Suryana dengan skor 6-2, 6-1.

Di final, mereka akan menghadapi pasangan unggulan pertama, Alfaradu Sumirat dan Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong, yang sebelumnya menundukkan duet Napradh Lalai dan Haoxuan Xu dengan skor 6-2, 7-6(1).

BACA JUGA  Getsa Bidik Revans atas Maula di ITF J30 Sukoharjo

Sementara itu, sektor tunggal putri dikuasai petenis-petenis Asia Timur. Unggulan teratas asal Taiwan, Ke-Chieh Hsu, akan menghadapi wakil Hong Kong, Lena Lin. Sedangkan unggulan kedua asal China, Xinran Yan, bertemu unggulan ketiga asal Filipina, Jena Jelena Nicole Diaz.

Meski gagal menempatkan wakil di semifinal tunggal putri, Indonesia masih memiliki peluang meraih gelar melalui nomor ganda putri. Pasangan Kaylee Tandjung dan Quirina Trea kembali melangkah ke final setelah mengalahkan Callista Rosiana dan Lulwa Naswardhani dengan skor 6-4, 6-3.

Pada partai puncak, Kaylee dan Quirina akan menghadapi unggulan pertama asal Asia Timur, Ke-Chieh Hsu dan Xinran Yan. Pasangan Indonesia tersebut bertekad merebut gelar ganda ITF kedua setelah sebelumnya sukses menjuarai ITF J30 Bình Dương di Vietnam awal tahun ini.

Dengan sejumlah wakil yang masih bertahan di berbagai nomor, peluang Indonesia untuk meraih gelar pada DETEC International Junior Championship 2026 masih terbuka lebar. (09/AGF).