Menpora Erick Tetapkan Target 4 Emas Asian Games 2026

Menpora Erick Thohir bersama Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8) malam, sebagai bagian dari persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menetapkan target empat medali emas bagi Tim Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Target tersebut disampaikan saat menghadiri acara “Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih” di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8) malam.

Asian Games 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Indonesia mengirimkan 432 atlet yang akan berlaga pada 35 cabang olahraga dalam ajang olahraga multi-event terbesar di Asia tersebut.

Erick hadir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat. Dalam kegiatan itu, Menpora memberikan apresiasi kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu dan Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari atas persiapan kontingen.

Menurut Erick, persiapan menuju Asian Games tidak hanya menyangkut kondisi fisik dan kesiapan atlet. Pelayanan terhadap atlet dan ofisial selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan.

“Tidak hanya memastikan atlet dalam kondisi terbaik, tetapi juga bagaimana pelayanan atlet dan ofisialnya selama mengikuti Asian Games nanti. Tentu saya apresiasi kepada Chef de Mission dan KOI yang sudah memastikan seluruh pendanaan yang diberikan Kemenpora digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Erick.

BACA JUGA  Penuh Drama, SDN Kalibanteng Kidul 03 Juara KU-12, SDN Klepu Pertahankan Juara KU-20 MLSC-Semarang 2025

Menpora juga meminta para atlet memanfaatkan 21 hari terakhir sebelum pertandingan untuk menjaga fokus dan mempersiapkan diri secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa perjuangan menuju ajang internasional telah melalui proses panjang dan membutuhkan pengorbanan besar.

Erick menyebut para atlet rela meninggalkan sekolah, keluarga, masa muda hingga harus menghadapi risiko cedera demi mengejar prestasi dan mengibarkan bendera Merah Putih di pentas internasional.

“Intinya saya mengingatkan mereka, yuk sama-sama kita jaga. Ini sebuah kesempatan buat kita semua, 21 hari ini nanti adalah saat mereka melakukan kompetisi. Saya harapkan mereka bisa fokus,” kata Erick.

Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap transformasi Kemenpora. Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang yang diarahkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang olahraga internasional.

Program tersebut mencakup persiapan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Menurut Erick, kesinambungan pendanaan dan pembinaan diperlukan agar atlet memiliki persiapan yang lebih matang.

“Pelatnas untuk Asian Games sudah berjalan dengan baik. Setelah Asian Games sudah ada dimulai pendanaan untuk SEA Games dan tentu Olimpiade. Hal ini yang saya rasa kita dorong terus keterbukaan dan kekompakan antara Kemenpora, KOI, Chef de Mission dan seluruh cabor, bahwa kita harus bersatu,” tuturnya.

BACA JUGA  PWI-Kodam Jaya Gelar Turnamen Golf Piala Kasad

Terkait target prestasi, Erick menjelaskan Indonesia sebelumnya membidik tujuh medali emas seperti pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya. Namun, terdapat tiga nomor yang menjadi bagian dari perolehan medali tersebut dan tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menetapkan target empat medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Sekarang jadi targetnya empat. Ya kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” ucap Erick.

Erick memastikan pemerintah juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Selain bonus, pemerintah akan memberikan pendampingan literasi finansial agar penghargaan tersebut dapat dikelola untuk mendukung masa depan para atlet.

Meski demikian, Erick meminta atlet tidak menjadikan bonus sebagai beban selama bertanding. Fokus utama, menurutnya, adalah memberikan kemampuan terbaik untuk meraih prestasi.

“Saya rasa berjuang dahulu, baru kita bicara bonus. Karena olahraga itu tidak hanya sekadar bonus-bonus, tetapi bagaimana para atlet ini bisa juga berjuang dan pasti bonus ada,” tegasnya.

Sementara itu, CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu melaporkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan memperkuat Indonesia di Asian Games 2026. Tim Indonesia Day digelar sebagai momentum untuk mempertemukan atlet dengan para pendukung sekaligus menyampaikan dukungan moral menjelang keberangkatan ke Jepang.

BACA JUGA  Kapolri Siap Bersinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola

“Di bulan kemerdekaan ini kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim kontingen Indonesia, maka malam ini kami mengadakan Tim Indonesia Day untuk memberikan dukungan kepada para atlet dan ofisial yang akan bertanding,” ujar Todotua.

Acara tersebut turut dihadiri atlet, ofisial, pengurus cabang olahraga, sponsor, pejabat Kemenpora, jajaran NOC Indonesia, serta awak media.

Sebelum bertolak ke Jepang, Tim Indonesia terlebih dahulu akan dikukuhkan dan dilepas oleh Presiden. Kontingen kemudian menjalani perjuangan di Asian Games 2026 dengan target empat medali emas sekaligus membawa nama Indonesia di pentas olahraga Asia. (09/AGF).