Murid SMP Negeri 4 Pasuruan Ikuti Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah Polres Pasuruan Kota

SiswaSMP Negeri 4 Pasuruan saat ikuti kegiatan Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah (Foto Istimewa)

KOTA PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Lima murid dan satu guru pendamping SMP Negeri 4 Pasuruan mengikuti kegiatan Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang diselenggarakan Polres Pasuruan Kota pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota.

Keikutsertaan SMP Negeri 4 Pasuruan merupakan tindak lanjut surat undangan dari Polsek Purworejo Polres Pasuruan Kota yang ditujukan kepada kepala sekolah. Dalam undangan tersebut, setiap sekolah diminta mengikutsertakan satu orang guru dan lima orang murid untuk berpartisipasi dalam apel. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Kapolres Pasuruan Kota melalui Surat Telegram Nomor ST/IX/OPS.1.1/2026 tentang pelaksanaan Apel Polisi Jogo Sekolah.

Apel tersebut mengusung semangat Polisi Jogo Sekolah, sebuah upaya membangun sinergi antara kepolisian dan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui pendekatan pre-emtif dan preventif, kepolisian berupaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta mencegah perilaku berisiko yang dapat berdampak pada kehidupan murid dan lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Angin Kencang "Sapu" Lebak-Banten, 66 Rumah Warga Rusak

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa keamanan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjalankan peran edukatif dan pembinaan melalui komunikasi serta kemitraan dengan warga sekolah.

Bagi murid, keikutsertaan dalam apel ini memberikan pengalaman langsung untuk mengenal peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Murid diharapkan mampu mengambil pesan positif dari kegiatan tersebut, seperti pentingnya menaati aturan, menjaga kedisiplinan, menghormati sesama, menghindari perundungan, menjauhi kekerasan, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengancam keselamatan dan kenyamanan di sekolah.

Partisipasi murid juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi. Budaya aman tidak cukup dibangun melalui aturan dan pengawasan, tetapi perlu diperkuat dengan kesadaran, tanggung jawab, dan perilaku saling menghargai. Setiap murid memiliki peran dalam menciptakan suasana sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas dari tindakan yang merugikan orang lain.

BACA JUGA  Selama Libur Nataru 85 Ribu Orang Terbang dari Bandara Soetta per Harinya

Bagi SMP Negeri 4 Pasuruan, kegiatan ini sejalan dengan komitmen mewujudkan SPANPA SMART (Sehat, Merdeka, Aman, Religius, Tepercaya). Nilai aman menjadi salah satu fondasi penting agar seluruh murid dapat belajar, berinteraksi, berkarya, dan mengembangkan potensi secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.

Melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, guru, orang tua, dan murid, diharapkan program Polisi Jogo Sekolah dapat terus memperkuat ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Keikutsertaan SMP Negeri 4 Pasuruan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif. Sebab, menjaga sekolah bukan hanya tugas aparat atau pendidik, melainkan komitmen seluruh warga sekolah.

BACA JUGA  Pemkab Asahan Percepat Pembangunan Geoportal SJIG 2025

Bersama menjaga sekolah, mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.(ACZ)