Kasus Anemia Siswi di Kabupaten Tangerang Capai 21,4 Persen

Anemia
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi. (Foto: WAR)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Kasus anemia yang dialami para siswi di Kabupaten Tangerang, Banten pada tahun 2025/2026 mencapai 21,4 persen dan ini masih tergolong tinggi, kata Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Hendra Tarmizi.

Hendra Tarmizi di Tigaraksa, Jumat (7/8/2026) mengatakan bahwa hal itu merupakan hasil pemeriksaan pihaknya kepada remaja putri kelas tujuh dan kelas 10.

“Padahal berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun adalah 15,5 persen,” katanya.

Menurutnya, masih tingginya kasus anemia erat kaitannya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), khususnya pada remaja putri.

Namun dalam upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah sekaligus melaksanakan program “Quick Wins” maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinkes Kabupaten Tangerang berkolaborasi
dengan pihak-pihak terkait, mengadakan berbagai kegiatan.

BACA JUGA  Halal Bihalal Forum Wartawan dan LSM Pagedangan Perkuat Kebersamaan

Sedangkan kegiatan itu yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) usia sekolah, skrining kesehatan secara mandiri, mengukur status gizi, pemeriksaan Indera, tes Kebugaran, pemeriksaan gigi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan pemeriksaan laboratorium.

Demikian pula kegiatan pemberian tablet tambah darah yang bertujuan untuk identifikasi faktor risiko kesehatan dan deteksi dini pada peserta didik.

Prevalensi anemia pada remaja atau siswa di Provinsi Banten tercatat mencapai sekitar 37,1 persen pada remaja putri, yang posisinya berada di atas rata-rata tingkat nasional.

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah batas normal. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh jaringan dan organ tubuh menjadi berkurang, sehingga tubuh penderita sering kali terasa lemas dan cepat lelah.

BACA JUGA  Waduh! Ikan Raksasa yang Viral di Tangerang Ternyata dari Sungai Amazon

“Kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa dan siswi usia sekolah,” kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat itu.

Ia menjelaskan semua intervensi pada usia sekolah sering dikatakan sebagai intervensi yang memiliki tiga manfaat sekaligus, karena manfaatnya akan dirasakan saat ini, dimasa yang akan datang (dewasa) dan keturunan mereka nantinya.

Hendra menambahkan jumlah sekolah atau madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 sebanyak 2.449 sekolah dengan jenjang SD/MI sebanyak 1.352, SMP/MTS 626, dan SMA/SMK/SKh/MA sebanyak 471 sekolah dengan total peserta didik 711.072 orang.

Pekan lalu Dinkes Kabupaten Tangerang mengelar CKG kepada 1.500 siswa SMKN 2 Sepatan yang diresmikan Bupati Moch Maesyal Rasyid.

BACA JUGA  Kaesang : Gaji Wali Kota Kecil

Pihaknya komitmen bersama terkait pelaksanaan edukasi gizi, skrining anemia, dan pemberian TTD bagi remaja puteri di SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dan pesantren dengan melibatkan instansi terkait lainnya. (WAR/04)