CIAMIS, SUDUTPANDANG.ID – Peternakan rakyat kini semakin diakui sebagai penggerak ekonomi desa, dan Qomafi Farm menilai sektor ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui usaha ternak skala keluarga dan komunitas, suplai protein hewani bagi masyarakat tetap terjaga, sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi peternak di berbagai daerah. Dengan dukungan inovasi di tingkat tapak, peternakan rakyat dinilai mampu berkembang menjadi sektor yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Pendiri Qomafi Farm Group, Qonny Ilma Nafianti, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/11/2025) mengatakan, penguatan kapasitas peternak desa dapat berkontribusi langsung terhadap stabilitas suplai pangan nasional. Menurutnya, peluang pengembangan peternakan rakyat sangat besar selama terdapat pendampingan yang konsisten dan dukungan kebijakan yang berpihak.
“Peternakan rakyat bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari ekosistem ketahanan pangan. Pelatihan, akses teknologi, dan kemudahan permodalan akan membuat peternak mampu meningkatkan produktivitas dan menghadapi tantangan zaman,” ujar Qonny.
Qonny menilai bahwa modernisasi peternakan tidak harus dimulai dari teknologi canggih. Langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mengubah pola kerja peternak dan meningkatkan hasil usaha mereka. Melalui pengalaman Qomafi Farm Group, penerapan manajemen budidaya berbasis data, pengolahan pakan mandiri, dan efisiensi proses produksi terbukti mampu menekan ongkos operasional serta memperbaiki kualitas ternak.
“Pada dasarnya, teknologi itu mudah diadaptasi jika ada kemauan untuk belajar. Kami ingin membuktikan bahwa peternakan rakyat juga bisa melakukan inovasi tanpa meninggalkan tradisi dan kearifan lokal,” katanya.
Kolaborasi Jadi Fondasi
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan peternakan rakyat membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas peternak disebut memiliki peran masing-masing dalam membangun rantai pasok yang kokoh. Dengan kolaborasi, penyediaan pakan dapat lebih terjangkau, akses pasar lebih terbuka, dan inovasi dapat diadopsi lebih merata.
“Qomafi Farm Group akan terus memperluas jejaring kemitraan dari tingkat lokal hingga nasional, agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam keseharian peternak,” ujar Qonny.
Berdiri di sebuah desa kecil di Jawa Barat, Qomafi Farm Group berkembang dari gagasan sederhana: memberdayakan peternak lokal agar mampu mandiri. Kini, berbagai inovasi yang dikembangkan turut menginspirasi generasi muda untuk menekuni bidang peternakan sebagai profesi yang menjanjikan dan bernilai strategis.
“Bagi kami, peternakan adalah wujud kontribusi bagi negeri. Dari desa, kita bisa membangun kekuatan pangan yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Qonny.(01)










