Dansatgas TMMD 129 Dukung UMKM Telur Asin

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengunjungi UMKM Telur Asin Pak Babhin di Desa Kesongo sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berkontribusi memperkuat ketahanan pangan dan menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).(Foto: ist/SP)

BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID — Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan dengan mengunjungi UMKM Telur Asin Pak Babhin di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela peninjauan pelaksanaan program TMMD ke-129 yang tengah berlangsung di Desa Kesongo.

Kehadiran Dansatgas menjadi bentuk apresiasi TNI terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungannya, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto meninjau langsung seluruh proses produksi telur asin yang dikelola UMKM Telur Asin Pak Babhin milik Aiptu Hartono, anggota Polsek Kedungadem, bersama istrinya, Hartini.

Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengasinan, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk, seluruh tahapan produksi menjadi perhatian Dansatgas TMMD.

Selain melihat proses produksi, Letkol Dedy juga berdialog dengan Aiptu Hartono dan Hartini mengenai perjalanan usaha yang telah mereka bangun sejak lebih dari satu dekade lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi agar keduanya tetap optimistis mengembangkan usaha meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan penjualan.

Menurut Dansatgas TMMD, keberhasilan UMKM lokal seperti Telur Asin Pak Babhin menjadi bukti bahwa sektor usaha kecil memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

BACA JUGA  Audit Konstitusional Proyek KCIC: Membangun atau Menjerat Kedaulatan Ekonomi?

“Usaha seperti ini patut diapresiasi karena mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki legalitas yang lengkap, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat seperti inilah yang perlu terus didukung agar UMKM semakin berkembang,” ujarnya.

Aiptu Hartono menjelaskan bahwa UMKM Telur Asin Pak Babhin dirintis bersama sang istri sejak 2010. Berbekal komitmen menjaga kualitas produk, usaha tersebut terus berkembang hingga dikenal luas oleh masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Ia mengatakan seluruh persyaratan legalitas usaha telah dipenuhi, termasuk sertifikat halal, sehingga produknya semakin dipercaya konsumen.

Bahkan saat ini telur asin produksi UMKM tersebut menjadi salah satu pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah usaha Telur Asin Pak Babhin kami rintis sejak tahun 2010 bersama istri. Seluruh perizinan sudah kami lengkapi, termasuk sertifikat halal. Saat ini produk kami juga menjadi salah satu pemasok Program Makan Bergizi Gratis,” kata Aiptu Hartono.

Meski telah dipercaya menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG, Hartono mengakui kondisi penjualan saat ini belum sepenuhnya pulih.

Jika sebelumnya mampu menjual dalam jumlah lebih besar, kini rata-rata penjualan berkisar 100 hingga 150 butir telur asin per hari.

BACA JUGA  Erick Thohir Pastikan Akses Obat Murah untuk Rakyat

Kendati demikian, ia memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Seluruh proses produksi dilakukan secara teliti, mulai dari pemilihan telur berkualitas, proses pengasinan yang higienis, hingga pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami tetap berusaha menjaga kualitas agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Harapan kami, usaha ini bisa terus berkembang dan penjualan kembali meningkat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto juga mengapresiasi dedikasi Aiptu Hartono yang mampu menjalankan usaha keluarga di tengah tugasnya sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa aparat negara tidak hanya menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha produktif yang memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Ia menilai keberadaan UMKM berbasis pangan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, usaha seperti Telur Asin Pak Babhin juga mampu mendukung program pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi.

Karena itu, Dansatgas TMMD berharap UMKM tersebut dapat terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto turut memborong sejumlah telur asin hasil produksi UMKM Telur Asin Pak Babhin.

BACA JUGA  Dukung Swasembada Pangan, Polsek Wonoayu Kontrol Tanaman Jagung

Langkah tersebut menjadi simbol apresiasi atas kualitas produk lokal sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk hasil karya pelaku UMKM daerah.

Program TMMD ke-129 sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap sektor usaha produktif.

Sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan ekonomi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, TNI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang termotivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, melengkapi legalitas usaha, serta memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.

Dengan tumbuhnya UMKM yang kuat dan berdaya saing, ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro. (ACZ/09)