JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Tim Nasional Tinju Indonesia menargetkan tampil kompetitif pada Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 yang akan berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 5–14 Juli 2026.
Sebanyak 19 petinju Indonesia akan bersaing dengan 362 atlet dari 26 negara dalam ajang resmi kalender Asian Boxing tersebut.
Kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju Indonesia di level Asia setelah cukup lama tidak berpartisipasi dalam kejuaraan kontinental.
Selain memburu prestasi, ajang tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Pelatih Timnas Tinju Indonesia, Husni Ray, mengatakan seluruh negara peserta dipastikan menurunkan atlet-atlet terbaiknya sehingga persaingan diprediksi berlangsung sangat ketat.
“Ini Kejuaraan Asia yang sudah lama kita tidak pernah ikut. Jadi, ini bukan event sembarangan, tidak bisa disepelekan. Lawan-lawan yang dihadapi bukan kaleng-kaleng karena mereka adalah petinju terbaik dari negaranya masing-masing,” kata Husni Ray, Jumat (3/7/2026).
Menurut Husni, kekuatan utama datang dari negara-negara yang selama ini menjadi langganan juara di level Asia maupun dunia, seperti Kazakhstan, Uzbekistan, India, Thailand, dan Filipina.
Meski demikian, ia tetap optimistis para petinju Indonesia mampu memberikan perlawanan dan menunjukkan perkembangan positif selama mengikuti kejuaraan.
Husni mengakui sebagian besar atlet yang diturunkan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) masih minim pengalaman di level internasional. Banyak di antara mereka baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan resmi tingkat Asia.
Karena itu, target utama tim tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga peningkatan kualitas bertanding serta pengalaman menghadapi petinju elite Asia.
“Petinju kita bisa tampil bagus dan mampu bersaing dengan peserta lain yang berkualitas saja sudah patut disyukuri. Sebagian besar dari mereka baru memulai debut internasional melalui program pembinaan yang dijalankan PERBATI,” ujarnya.
Meski masih didominasi atlet muda, Husni menjelaskan beberapa petinju Indonesia telah memiliki pengalaman bertanding di luar negeri dalam dua tahun terakhir.
Nama-nama seperti Mars de Volta, Pangeran F. Lani, dan Henky telah mengikuti sejumlah agenda internasional, termasuk pemusatan latihan serta turnamen di Vietnam dan Mongolia.
Menurut Husni, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para atlet saat menghadapi persaingan di Jakarta.
Namun, ia menegaskan jam terbang internasional tetap harus terus ditambah agar kemampuan para petinju berkembang secara maksimal.
“Jam terbang internasional itu sangat penting, tidak bisa dibohongi. Semakin sering bertanding melawan petinju dunia, semakin matang pula kemampuan mereka,” katanya.
Saat ditanya mengenai peluang Indonesia meraih medali, Husni menilai kesempatan tersebut tetap terbuka.
Menurutnya, hasil undian pertandingan juga akan sangat menentukan peluang atlet Indonesia melangkah lebih jauh.
“Peluang mendapatkan medali itu selalu ada. Mudah-mudahan nanti hasil undiannya bagus sehingga peluang kita menjadi lebih besar,” ujarnya.
Husni menambahkan Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet nasional.
Kejuaraan ini akan menjadi salah satu tolok ukur dalam menentukan petinju yang layak diproyeksikan memperkuat Indonesia pada berbagai ajang multievent internasional.
Atlet kategori U-23 yang mampu menunjukkan performa terbaik berpeluang masuk program pemusatan latihan nasional jangka panjang sebagai persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027 hingga kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Karena itu, Husni berharap program pembinaan yang telah dijalankan PERBATI dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak boleh terputus karena prestasi internasional hanya dapat diraih melalui proses latihan, kompetisi, dan evaluasi yang konsisten.
Ia juga menekankan pentingnya agenda training camp (TC) serta keikutsertaan atlet pada berbagai turnamen internasional selama dua hingga tiga tahun ke depan.
Dengan program yang berkesinambungan, Husni yakin kualitas petinju Indonesia akan terus meningkat dan mampu bersaing di level Asia maupun dunia.
Pelatih kepala Timnas Tinju Indonesia asal Thailand, Kamanit Nareerak, juga menilai potensi petinju Indonesia sangat besar.
Pelatih yang sukses membawa Indonesia meraih satu medali emas, empat perak, dan empat perunggu pada SEA Games Thailand 2025 itu meyakini kemampuan atlet Indonesia tidak kalah dibanding negara-negara lain di Asia.
Menurut Husni, Kamanit menilai tantangan terbesar bukan pada kualitas atlet, melainkan menjaga kesinambungan program pembinaan.
“Kamanit mengatakan petinju kita banyak yang bagus. Tinggal bagaimana mengelolanya dan memberi mereka kesempatan bertanding di luar negeri. Prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui pembinaan jangka panjang yang berkesinambungan,” katanya.
Pada Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026, Indonesia menurunkan 19 atlet yang terdiri atas tujuh petinju putra U-19, tiga petinju putri U-19, lima petinju putra U-23, dan empat petinju putri U-23.
Nama-nama seperti Pangeran F. Lani, Mars de Volta, Fredrik Ampage, Linda Sari, Marion, hingga Maria Manguntu diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia untuk bersaing memperebutkan medali.
Bertindak sebagai tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Tinju Indonesia. Dukungan publik di Hall Basket GBK diharapkan mampu menambah motivasi para atlet untuk tampil maksimal sekaligus mengharumkan nama bangsa di ajang tinju paling bergengsi tingkat Asia untuk kategori U-19 dan U-23. (09/AGF).
Daftar Petinju Indonesia:
Putra U19:
1. Anugrah Sandy (kelas 50kg)
2. Pangeran F Lani (kelas 55kg)
3. Joshua Lahindo (Kelas 60kg)
4. Victor Wengkang (Kelas 65kg)
5. M Rayhan A (Kelas 75 kg)
6. Irnanda Firnanda (Kelas 85kg)
7. Nouval (Kelas 90kg)
Putri U19:
1. Anggie Chalik (Kelas 48kg)
2. Fani Afnani (Kelas 51kg)
3. Dira Arrika (Kelas 57kg)
Putri U23:
1. Linda Sari (Kelas 48kg)
2. Marion (Kelas 54kg)
3. Nurul Izzah (Kelas 57kg)
4. Maria Manguntu (Kelas 65kg)
Putra U23:
1. Fredrik Ampage (Kelas 50kg)
2. Mars de Volta (Kelas 60kg)
3. Laskar Putra (Kelas 65kg)
4. Radiyansya (Kelas 70kg)
5. Riko Prayogi (Kelas 85kg).








