JOMBANG-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Hanura yang juga pengurus PCINU Yaman, Tunisia, dan Maroko (2002-2011), Gus Dr KH. Arwani Syaerozi, Lc., MA., mendorong penuh konsolidasi jejaring alumni luar negeri dalam menyongsong Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
“Momentum ini ditandai dengan rencana pergelaran Halaqoh Pendidikan Tinggi NU oleh alumni PCINU Dunia pada 28-29 Agustus 2026 yang paralel dengan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang,” kata Gus Arwani, panggilan akrabnya dalam taklimat media yang diterima sudutpandang.id di Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026)..
.
Ia menegaskan bahwa perhelatan Muktamar Ke-35 tahun 2026 merupakan waktu yang tepat bagi para alumni PCINU untuk memperkuat pengabdian.
“Apapun dinamikanya, Nahdlatul Ulama tetap menjadi jangkar bagi eksistensi bangsa ini,” katanya.
Gus Arwani menekankan bahwa Muktamar NU ini adalah momentum penting bagi kader-kader NU jejaring internasional untuk memaksimalkan khidmah bagi jam’iyah.
Deklarasi Global-Kerja Sama Kampus
Ketua Panitia Halaqoh Forum Silaturahmi Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama (PCI NU) Internasional, KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd menjelaskan bahwa selain halaqoh, agenda strategis ini juga diisi dengan Deklarasi Perkumpulan Alumni PCINU Dunia sebagai wadah resmi berhimpunnya para alumni dari berbagai belahan negara.
Guna memperkuat pilar akademis Nahdliyin, agenda ini juga menghadirkan penandatanganan kerja sama (MoU) antara beberapa Sekolah Tinggi NU dengan Universitas Indonesia (UI).
Lewat sinergi ini, para alumni PCINU berkomitmen membawa jaringan internasional dan mutu pendidikan NU ke tingkat yang lebih tinggi, demikan Gus Latif, panggilan karib KH Abdul Latif Malik.
Dalam kegiatan nanti, tema yang diusung adalah “Halaqoh Pendidikan Tinggi NU: Peran Alumni & PCINU Internasional Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi & Pengembangan Ekosistem Industri Halal di Indonesia”.
Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir dan berbicara pada halaqoh itu, mulai dari menteri, rektor perguruan tinggi negeri (PTN), anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (PP ISNU), komisaris Bank Syariah Nasional (BSN) dan lainnya.
Rincian narasumber dimaksud yakni Menteri Haji dan Umrah, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Si, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof Dr Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, Kepala BPJH Dr Ir H Haikal Hassan Baras, ST, MT, dan Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Ir Heri Hermansyah, ST, M.Eng, IPU.
Kemudian, dari mancanegara ada Penasihat Menteri Wakaf Suriah, Prof Dr As Syaikh Mu’taz As Subayni Ad Dimasqi.
Narasumber lainnya adalah Ketua PP ISNU: Prof Dr Phil, H Kamaruddin Amin, MA, Komisaris Utama BSN: Prof Dr Bahrullah Akbar, MBA, dan Anggota VI BPK: Drs H Fathan Subchi, MAP, CHSA, ChFA.(Red/02)





